Seorang Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 merek Moderna dan Johnson and Johnson untuk booster, menyusul Pfizer yang sudah diizinkan sebelumnya.

sumber: CCN.COM

Reuters melaporkan bahwa FDA mengumumkan keputusan ini, berarti semua vaksin yang digunakan di AS kini sudah dapat digunakan sebagai booster untuk kelompok umur tertentu.

Ketersediaan booster saat ini penting untuk perlindungan guna melawan infeksi Covid-19,” Meski demikian, FDA belum menentukan kelompok masyarakat mana yang direkomendasikan mendapatkan suntikan dosis ketiga Moderna dan Johnson and Johnson.

Komite penasihat CDC dilaporkan akan membuat rekomendasi mengenai kelompok masyarakat mana yang harus mendapatkan booster Moderna dan J&J. Rekomendasi tersebut akan digunakan FDA untuk mengambil keputusan akhirnya.

Sebelumnya, FDA sudah lebih dulu mengizinkan Pfizer sebagai booster bagi kelompok rentan, seperti orang berusia 65 tahun, punya riwayat penyakit parah, dan yang terinfeksi saat bekerja. Selain itu, FDA mereka juga memaparkan data dari Institut Kesehatan Nasional mengenai efikasi pencampuran vaksin merek berbeda untuk booster.

FDA dan Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) berada dalam tekanan usai Gedung Putih mengumumkan rencana kampanye booster vaksin Agustus lalu. Sejumlah pakar mempertanyakan seberapa penting booster dan efikasinya terhadap berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak muda yang sudah terinfeksi corona dan mendapatkan dua dosis vaksin.

Untuk itu Mereka khawatir AS mengampanyekan booster vaksin dengan target yang tak tepat. Menurut CDC, sekitar 11,2 juta penduduk di AS sejauh ini telah menerima dosis booster. Sementara itu, kepentingan booster ini kian dipertimbangkan karena beberapa fakto lainnya, seperti penurunan efikasi vaksin.

Penulis: Ummi Sya’ada Editor: Adhera Wardani