Hari kemenangan yang ditunggu umat Islam tidak terasa akan hadir beberapa hari lagi. Lebaran idul fitri yang sangat dinantikan itu identik dengan ketupat. Biasanya ketupat dihidangkan bersama opor ayam, semur daging, sambal goreng ati ampela, dan makanan lainnya. Sahabat
deCODE tahu nggak, sih sejarah asal usul ketupat? Nih, deCODE jelasin secara singkat ya!

Bagi bebeberapa daerah di Indonesia, ketupat sendiri sudah lama dikenal. Dilihat dari berbagai macam makanan khas daerah yang menggunakan ketupat sebagai menu pelengkapnya. Beberapa diantaranya, seperti ketupat Sayur (Padang), Laksa (Kota Cibinong), Kupat Tahu (Sunda), Sate, dan Gado-Gado.

Seperti yang dilansir dari Historia.id, menurut de Graaff dalam Malay Annal, ketupat menjadi sebuah simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang pada saat itu dipimpin oleh Raden Patah pada abad ke-15. De Graaf menduga bahwa kulit ketupat yang terbuat dari janur atau daun kelapa ini berfungsi untuk menunjukan identitas budaya pesisir. Dimana budaya pesisir itu banyak ditumbuhi pohon kelapa. Warna kuning pada janur dimaknai oleh de Graff sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Selain di Indonesia, ketupat juga terkenal di dalam beberapa budaya Asia Tenggara. Ketupat atau kupat ini menjadi hidangan yang khas di Asia Tenggara martim dan bahan yang digunakan juga sama dengan Indonesia, yaitu beras. Beras tersebut dibungkus dengan ayaman dari janur yang masih muda. Kita juga dapat menemui ketupat pada Negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei, Singapura, dan Filipina.

Penulis: Raudhatul Jannah Editor: Siti Masitoh