Wabah infeksi virus COVID-19 semakin meluas dan telah menjangkit 190 Negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien positif virus COVID-19 bertambah setiap harinya. Jumlah pasien yang terkonfirmasi virus COVID-19 terus bertambah angka-nya. Berkaca dari jumlah data pasien positif COVID-19 di Indonesia per 7 Juni 2020 sudah mencapai 31.186 kasus dengan 18.837 kasus pasien yang dirawat dan 10.498 pasien yang sudah dinyatakan sembuh. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah pasien yang masih dalam proses perawatan oleh tenaga medis. Dari ribuan pasien yang masih dirawat hanya segelintir pasien yang dinyatakan sembuh. Dengan hal ini, kualitas pelayanan gugus tugas penanganan medis wabah virus COVID-19 yang menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien positif virus COVID-19 masuk kategori prioritas pemerintah yang perlu disoroti kegiatannya.

Jutaan orang terinfeksi di seluruh dunia, ratusan ribu orang meninggal, ratusan ribu lainnya mengalami penyakit serius dan efek kesehatan jangka panjang. Tetapi, efek pandemic COVID-19 tidak hanya berpengaruh pada fisik saja, melainkan efek pandemic COVID-19 juga berpengaruh besar terhadap kesehatan mental. Tidak hanya rasa takut, efek psikologis yang
ditimbulkan pun bisa berdampak serius. Mulai dari kecemasan terus menerus, rasa kekhawatiran tentang orang-orang terdekat dan tercinta, tidak bisa bertemu dan bersilaturahmi secara langsung hingga kasus pertengkaran dengan rekan kerja, kerabat terdekat, pasangan hingga keluarga yang muncul ke permukaan publik akibat wabah virus COVID-19
akan sering terjadi.

Seperti yang dikutip oleh sejumlah tokoh lainnya yang mengatakan bahwa “We don’t fight pandemic only, but We Fight Infopandemic, too.”. Dengan hal ini, bisa disimpulkan bahwa kita sebagai masyarakat tidak hanya berperang melawan wabah infeksi virus COVID-19, melainkan sebagai tokoh masyarakat juga harus proaktif dalam membentuk benteng pertahanan diri guna menjaga kesehatan mental tetap terjaga dengan baik dan terhindar dari jurang negatif yang berujung pada aktivitas menyimpang dari batas wajar.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk tetap bisa menjaga kesehatan mental selama masa karantina ditengah pandemic COVID-19?
Bagaimana cara yang dapat kita lakukan untuk melatih proses pengembangan diri dikala pandemic COVID-19 sebagai bentuk meditasi diri? Berikut lima cara yang dapat sahabat deCODE lakukan untuk menjaga kesehatan mental selama pandemic COVID-19.

1. Membatasi Diri Menelusuri Informasi Seputar COVID-19

Sumber Foto : Cermati.com

Bersikap proaktif dalam mencari segudang informasi seputar COVID-19 memang wajib dilakukan sebagai upaya untuk menjernihkan pikiran dan mendapatkan informasi terbaru terkait perkembangan berita COVID-19. Namun, apabila kita proaktif mencari perkembangan berita seputar COVID-19 secara terus menerus, perasaan kekhawatiran akan terus melekat pada diri manusia. Hal ini tentu tidak baik selama menjalani rutinitas sehari-harinya yang dikelilingi oleh segudang perasaan cemas. Bersikap proaktif tetap diperlukan, tetapi harus berpegang teguh pada sikap bijak dan kritis dalam memilih serta menerima informasi yang
dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Sebelum membagikan informasi kepada orang lain, tentu sahabat deCODE harus meng-analisis kebenaran dari berita tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada pertentangan dan keresahan masyarakat.

2. Memanfaatkan Aplikasi Teleconference Berbasis Digital untuk Menjalin Silaturahmi
dengan Keluarga dan Teman

Sumber Foto : Mamikos.com

Wabah virus COVID-19 yang semakin meluas justru bukanlah menjadi sebuah penghalang untuk berinteraksi dengan sejumlah kolega untuk menjalin silaturahmi. Dunia mungkin terkunci, tetapi internet masih berfungsi, itu adalah kabar terbaik untuk menjaga kesehatan mental kita.
Dengan menjamurnya aplikasi teleconference untuk berkomunikasi jarak jauh, memacu kita untuk menjaga ikatan hubungan pertemanan dan kedekatan dengan kolega terbaik sebagai bentuk silaturahmi. Walaupun, masa karantina ini mengharuskan kita untuk tetap di rumah saja selama pandemic COVID-19 dan membatasi diri untuk bertemu secara langsung maka manfaatkan aplikasi teleconference berbasis digital sebagai bagian dari teknologi canggih.

3. Mengekspresikan Perasaan Melalui Tulisan atau Jurnal Harian

Sumber Foto : bulletjurnal.com

Sebagai bentuk refleksi dan meditasi diri dikala pandemic COVID-19, tindakan meng-ekspresikan diri melalui tulisan yang dituangkan di berbagai wadah, seperti jurnal harian (bullet journal) merupakan langkah terbaik untuk mengatasi kegundahan yang melanda selama masa karantina pandemi COVID-19. Langkah untuk meng-ekspresikan perasaan ini merupakan momen penting untuk mengisi waktu luang selama masa karantina pandemic COVID-19.

4. Melakukan Aktivitas Fisik

Sumber Foto : linisehat.com

Selama menjalani masa karantina pandemic COVID-19, semua kegiatan manusia berlandaskan pada teknologi canggih sebagai alat pendukung keberhasilan rutinitas sehari-hari. Untuk mengalihkan rasa stress selama menjalani kegiatan sehari-hari yang bertumpu pada koneksi internet, sahabat deCODE bisa melakukan aktivitas fisik seperti olahraga ringan yang terdiri dari lari kecil dan lompat di halaman rumah menggunakan alat bantu skipping, menyiram tanaman di halaman rumah, bersepeda di pagi hari dan sore hari sebagai upaya untuk menghirup udara segar.
Dengan melakukan aktivitas fisik, tubuh Anda akan menghasilkan hormone endorphin yang dapat meredakan stress, mengurangi rasa khawatir, dan memperbaiki mood Anda.

5. Menyusun Rutinitas Sendiri

Sumber Foto : rukita.com

Selama menjalani masa karantina di rumah, Anda bisa melakukan hobi atau aktivitas yang Anda sukai, seperti membaca buku favorit, mendengarkan musik, menyusun kegiatan atau rencana
yang akan menjadi prioritas utama sahabat deCODE, mempelajari hal baru, menghasilkan sebuah karya baru yang berguna dan bermanfaat untuk orang-orang sekitar. Menyusun rutinitas berdasarkan prioritas terpenting hingga kurang penting merupakan solusi terbaik untuk menghilangkan stress berkepanjangan.

Rasa takut dan cemas memang normal dirasakan selama menjalani masa karantina seperti ini. Namun, cobalah untuk tetap bersyukur dan berpikir positif serta tetap semangat dan selalu jaga kesehatan
ya, sahabat deCODE!

Penulis: Bella Alfiyanti Editor: Halimah Saadiyah