Perayaan Hari Raya Idul Fitri telah usai, namun hal ini tidak mengurangi rasa semangat kita dalam menerima keterbukaan informasi terkait pengetahuan umum seputar warna-warni persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri yang berlimpah ruah di media sosial ataupun berbagai sumber buku bacaan terpercaya lainnya. Jelang lebaran, parsel dan hampers jadi perbincangan di media sosial. Pemberian ini lazim diberikan pada momen-momen spesial seperti hari spesial atau perayaan Hari Raya Idul Fitri. Bisa diberikan ke kolega, orang terdekat atau anggota keluarga. Kini, berbagai sebutan nama unik mengenai persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri beragam macamnya sehingga menimbulkan kesalahpahaman dalam memaknai makna pesan yang disampaikan terkait kosa kata yang terkesan ambigu. Sejumlah pihak memiliki peran terbaik dalam menciptakan nama-nama berkualitas sebagai pembentukan citra dan reputasi yang baik untuk masing-masing pihak yang memiliki peran besar dalam pembentukan nama tersebut. Berikut perbedaan nama Bingkisan, Parsel, dan Hampers agar sahabat deCODE tidak menimbulkan kesalahpahaman dan mengatasi kebingungan kalian!

Lalu, apa beda parsel, bingkisan, dan hampers?

Secara harfiah, parsel dan hampers memiliki pengertian yang hampir serupa. Tetapi, penggunaan nama bingkisan terkesan lebih sederhana dari segi penampilan, isi hingga bentuk pengemasan. Selain itu, ruang lingkup yang lebih kecil dalam pemberian buah tangan kepada kolega terdekat menjadi hal utama yang membuat nama bingkisan terkesan sederhana dan tidak terdapat unsur glorifikasi detail.

Dalam KBBI, parsel berarti bingkisan yang berisi berbagai hadiah, seperti aneka kue, makanan dan minuman dalam kaleng, barang pecah belah, yang ditata apik dalam keranjang dan dikirimkan kepada orang-orang tertentu pada hari raya. Sedangkan hampers, belum masuk dalam
kata serapan di KBBI.

Sementara jika merujuk Cambridge Dictionary, parsel berarti suatu benda atau kumpulan benda yang dibungkus kertas, sehingga dapat dikirim melalui pos. Sedangkan hamper berarti sebuah kotak berisi makanan dan minuman, biasanya diberikan sebagai hadiah, misalnya saat Natal.

Penggunaan kata hampers dinilai baru dalam pertama kali meluncurkan nama hampers ke permukaan publik oleh masyarakat. Nyatanya, nama hampers sendiri sudah ada sejak empat tahun lalu dan kini populer kembali di mata masyarakat. Parsel itu identik dengan pemberian yang disusun bertumpuk-tumpuk. Hampers saat ini lebih kekinian walaupun terdapat pergeseran nama, namun tidak mengurangi kegunaan pemberian bingkisan tersebut menjelang hari raya Idul Fitri. Secara fungsi dan kegunaan sama saja. Dari segi pengemasan dan isi, hampers jauh lebih sederhana dalam pemilihan jenis makanan dan barang-barang. Segi penampilan juga terlihat lebih menonjol dan mampu memikat hati para konsumen untuk membeli produk hampers berkaca dari segi penampilan yang menarik.

Namun, disisi lain, terdapat perbedaan kasta dalam penyebutan nama parsel dengan hampers itu sendiri. Hampers, bagi sebagian orang memiliki glorifikasi yang tinggi sehingga memunculkan eksistensi tinggi yang melekat pada diri seseorang. Namun, disisi lain, Hampers kini menjadi pilihan kata yang diucapkan dalam unggahan media sosial mendeskripsikan bingkisan yang diberikan kepada seseorang terutama menjelang hari raya.

Penulis: Bella Alfiyanti Editor: Maulani Mulianingsih