Hai sahabat deCODE, COVID-19 sudah banyak membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat dan negara. Terlebih lagi dalam bidang perekonomian, kita dihadapkan dengan yang namanya resesi ekonomi. Apa itu resesi? Resesi adalah kondisi mundurnya aktivitas atau produktivitas ekonomi suatu negara.

Dilansir dari NgomonginUang.com, National Bureau of Economic Research mendefinisikan resesi sebagai penurunan di empat aspek ekonomi selama beberapa bulan. Empat aspek tersebut adalah tingkat pemasukan, penyerapan tenaga kerja, tingkat produksi industri, dan tingkat konsumsi masyarakat. Definisi yang paling populer adalah pertumbuhan GDP yang negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Bagaimana jika pertumbuhan GDP negatif? GDP adalah potret produktivitas ekonomi sebuah negara saat produktivitas dilihat dari beberapa aspek, yaitu konsumsi masyarakat, belanja negara, investasi di sektor riil, ekspor dan impor. Akumulasi dari empat aspek ini kita sebut GDP. Pertumbuhan GDP yaitu kenaikan GDP tahun ini dibanding GDP di tahun sebelumnya atau kenaikan GDP di Q2 tahun ini dibanding Q2 yang sama di tahun lalu. Apabila pertumbuhan GDP negatif, artinya angka GDP di tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu.

Bagaimana proyeksi perekonomian Indonesia? Mari kita ulas secara singkat.

Amankah Indonesia dari Resesi Ekonomi?
Sumber Foto : finance.detik.com

Di atas ini merupakan proyeksi pertumbuhan Indonesia dalam lembaga perekonomian dunia yang mengalami penurunan pada tahun 2020. 

Amankah Indonesia dari Resesi Ekonomi?
Sumber Foto : CNBC Indonesia

Indonesia pada Q3 2020 negatif pada sektor konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan impor. Konsumsi pemerintah berada pada positif, yakni 9,8% hingga 17%.

Amankah Indonesia dari Resesi Ekonomi?
Sumber Foto : CNBC Indonesia

Kemenkeu proyeksi ekonomi RI 2020 namun mengalami kontraksi pada -1,7% sampai -0,6%.

Nah, sahabat deCODE kita sudah membahas secara singkat tentang apa itu resesi dan bagaimana proyeksi perekonomian Indonesia. Jadi, bagaimana agar terhindar dari jurang resesi ini? Mari kita tumbuhkan kesadaran pada diri kita sendiri akan protokol kesehatan, jauhi keramaian, tidak perlu keluar rumah apabila tidak perlu, ini merupakan langkah kita sebagai masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam menangani COVID-19.

Penulis: Diva Syafitri Editor: Alfira Nanda Delya