Pandemi tidak akan menghentikan kita dalam menuntut ilmu. Seperti yang berlangsung pada 24 November lalu, telah diselenggarakan webinar menarik bertema “Belajar Komunikasi untuk Santri: Kreatif dalam Menghadapi Pandemi”. Webinar ini adalah bentuk kerja sama antara Prodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Al Azhar Indonesia bersama Pesantren Darul Quran Mulia, yang berjudul “Webinar Pengabdian Masyarakat Prodi Ilkom di Pesantren Darul Quran Mulia”.

Pembicara dalam webinar ini adalah para ahli yang sudah sangat berpengalaman dalam bidang yang berkaitan dengan tema webinar ini. Webinar ini diawali dengan materi mengenai interaksi hibrid dalam bidang komunikasi untuk pembanguna dan islam yang bermanfaat untuk penguatan pembelajaran dan efektifitas pemberdayaan. Materi ini dibawakan oleh dosen Ilmu Komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia, M. Ghozali Moenawar, Lc., MM.

Kemudian acara dilanjutkan oleh pengajar sekaligus ketua Prodi Ilkom Universitas Al Azhar Indonesia, Alma Mandjusri, SS., M.I.Kom yang menjelaskan materi tentang mengapa perlunya ada integrasi nilai islam di dalam iklan. Selain itu pula diterangkan alasan logis bagaimana nilai islam dapat diterapkan dalam berbagai hal, termasuk iklan.

Pembicara ketiga pun merupakan pengajar dari Prodi Ilkom Universitas Al Azhar Indonesia, yaitu Muchammad Nasucha, SS., M.Si yang menghadirkan materi menarik mengenai perspektif agama yang bisa dilihat dari berbagai hal, salah satunya adalah media dan masyarakat. Beliau pun menjelaskan peran dan fungsi media untuk masyarakat, yang bisa menjadi masalah dan juga solusi untuk masyarakat.

Suksesnya acara webinar ini tentu tak lepas dari pihak-pihak yang terlibat di belakang layar. Salah satu perwakilan santri dari Pesantren Darul Quran Mulia, yang juga merupakan Ketua Organisasi Santri Darul Quran (OSDQ), Muhammad Faqih Irfansyah, mengakui bahwa dalam mempersiapkan acara ini ia dan panitia lainnya mengalami kendala-kendala.

“Kendala sih pasti ada. (Contohnya) kayak susah ngajak teman sebanyak-banyaknya buat partisipasi (dalam acara webinar). Tapi solusi dari OSDQ sendiri, coba buat menggaet banyak teman lewat beberapa orang yang jadi leader; ketua kelas, ketua departemen, ketua angkatan. Supaya menjangkau lebih banyak santri putra dan putri,” ujar Faqih.

Kemudian Faqih juga mengakui bahwa melalui acara ini, para anggota OSDQ jadi memiliki terobosan baru, serta pengalaman untuk dapat beradaptasi dengan kondisi yang benar-benar baru bagi di masa jabatan baru. Sebab, masa pandemi membuat banyak program kerja menjadi tertunda. Selain itu, acara ini adalah kerjasama perdana OSDQ bersama pihak di luar pesantren.

Dengan materi yang sangat menarik dan cukup mendalam mengenai ilmu komunikasi, Faqih menjelaskan bahwa pihak pesantren merasa beruntung mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru mengenai ilmu komunikasi untuk para santri sehingga diharapkan ke depannya dapat meningkatkan kemampuan para santri dalam bidang komunikasi.

Secara pribadi, Faqih mengatakan bahwa dari acara ini, ada perubahan yang terjadi dalam dirinya. “Kalau sesuatu yang mengubah diri sih mungkin menambah perspektif dari materi yang disampaikan. Perspektif yang sebelumnya belum pernah didengar dari ahlinya. (Materi) itu menambah cara pandang dan berpikir aja sih buat Faqih sendiri,” jelas Faqih.

Sebagai penutup, ketua OSDQ itu menyampaikan keunikan yang dimiliki webinar ini, yaitu materi yang disampaikan menggabungkan antara ilmu komunikasi dengan syariat islam yang mengikuti perkembangan zaman. Dari webinar ini, diharapkan para santri atau pun masyarakat luas dapat lebih memahami ilmu komunikasi yang sesuai nilai keislaman yang adaptif, cocok untuk era milenial, dan tak lekang oleh waktu.

Jika tertarik untuk menonton siaran ulangnya, bisa disaksikan di kanal YouTube resmi Ilmu Komunikasi UAI dengan judul “Webinar Series #2 Ilkom UAI – “Belajar Komunikasi untuk Santri: Kreatif dalam Menghadapi Pandemi””.

Reporter: Vania Ramadhani Editor: Maulani Mulianingsih