Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial memiliki kebijakan baru yaitu Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan Sentral Layanan Sosial (SERASI). Kebijakan ini meliputi penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas. “Asistensi Sosial itu memastikan untuk reformasi fungsi balai sebetulnya untuk bisa melakukan layanan resources berbasis keluarga, layanannya penguatan dalam untuk memberikan perawatan itu menjadi perlu kepada disabilitas anggota keluarganya.” ujar Harry Hikmat.

Kebijakan baru ini bersinergi dan bekerja sama dengan berbagai pihak dari lingkup keluarga, komunitas, hingga lembaga. Kebijakan ini juga menyatukan berbagai sektor pelayanan untuk mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan publik yang terintegrasi. Balai dan Loka di bawah naungan Kementerian Sosial akan bersifat multifungsi dan komprehensif dengan pendekatan life cycle atau siklus hidup. Pendekatan ini mengedepankan tanggung jawab bersama lintas sektoral dalam penanganan masalah sosial.

Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial juga mewujudkan sistem SERASI sebagai bentuk pelayanan publik tanpa spesialisasi. Sentral Layanan Sosial ini fungsinya sebagai layanan, informasi, edukasi, komunikasi, juga rujukan dan pendataan. Esensi dari SERASI adalah Direktorat harus berpihak pada kepentingan masyarakat. Dengan adanya ATENSI dan SERASI, diharapkan penyandang disabilitas dapat lebih aktif dan berpartisipasi di berbagai aspek kehidupan seperti masyarakat lainnya.

Nah sahabat deCODE, dengan adanya kebijakan ini, diharapkan saudara kita yang menyandang disabilitas mempunyai hak yang sama. Semoga kebijakan ini terus dapat berjalan dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju lagi.

Penulis: Diva Syafitri Editor: Alfira Nanda Delya