Sahabat deCODE sadar tidak? mahasiswa jaman sekarang sering sekali mengalami kekhawatiran, keraguan terhadap kemampuan diri, dan kebingungan menentukan arah hidup yang umumnya dialami oleh para mahasiswa tingkat akhir. Karena merasa bimbang dalam menentukan pilihan untuk masa depan mereka. Mungkin bagi kalian para mahasiswa, di fase quarter life crisis ini pasti kadang-kadang muncul pertanyaan di kepala seperti, “duh abis lulus saya mau kerja dimana ya?”, “apa saya bisa langsung dapat pekerjaan atau mungkin saya buat usaha saja kali ya?”, “Kok rasanya sudah sampai semester ini saya belum paham apa-apa?”.

Usia mahasiswa merupakan usia menuju dewasa, yaitu rentan mengalami krisis dalam mencari jati diri. Quarter life crisis kebanyakan berdampak pada mahasiswa yang mulai merasa tidak nyaman dengan pilihannya saat ini, merasa kesepian, merasa tidak punya siapa-siapa, bosen ngejalanin aktivitas yang gini-gini aja, dan bahkan ngerasa hidupnya tuh berat banget.

Lalu bagaimana sikap kita jika dihadapkan pada posisi tersebut? Di mana keadaan ketika di usia quarter life crisis seperti umur 18-30 tahun kita belum sukses dan belum menjadi apa-apa? Atau kita belum bisa seperti yang orang-orang kebanyakan harapkan. Baik itu dari orang tua, saudara maupun tetangga.

Self – Love kuncinya.

Sumber Foto: Pinterest

Jika kita di hadapan pada posisi tersebut, sebaiknya kita memulai dengan self-love atau mencintai diri sendiri. Di lansir dari Alodokter.com yang mengutip dari Hidup Sehat, mencintai diri sendiri bukan berarti memenuhi diri dengan segala keinginan. Self-love mengharuskan kita untuk memperlakukan serta menerima diri sendiri dengan baik dan apa adanya. Aspek penting dari kesehatan mental adalah mencintai diri sendiri. Saat self-love diterapkan, kita akan merasa lebih mudah untuk berpikir positif, termasuk saat marah, kecewa, atau sedih, karena hal tersebut merupakan bentuk dari penerimaan diri.

Mungkin sebagai mahasiswa di usia quarter life crisis ini, kita bisa saja menjadi tertekan karena tidak bisa memenuhi ekspektasi banyak orang pada kita. Ya wajar saja kita mengalami hal tersebut, dan saya yakin banyak orang yang mengalami ini di usia quarter life crisis.

Karena itulah self-love penting untuk diterapkan pada usia quarter life crisis. Mengapa?

1. Dengan Self-love Kita Dapat Mengenali Diri Kita Lebih Dalam
Alasan Pertama mengapa self love itu penting adalah dengan mengenali diri kita terlebih dahulu. Mencari tahu apa kelebihan dan kekurangan kita, apa yang kita suka, dan melihat passion yang kita miliki. Dengan mengenal diri kita lebih dalam pastinya akan tahu kemana arah tujuan hidup kita. Karena dalam kehidupan, kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Mulai dari pilihan berat yang bikin galau seperti karir dan cinta, sampai dengan pilihan ringan seperti destinasi liburan atau “nanti malam makan apa”. Menjawab dan menentukan pilihan akan lebih mudah ketika kita paham apa yang kita mau, yang kita suka atau kita idam-idamkan. Memahami apa yang sesuai dengan diri kamu akan dapat lebih mudah memetakan jalan yang harus dipilih.

2. Dengan Self-love Kita Dapat Menyadari Bahwa Diri Kita Berharga
Alasan yang kedua mengapa Pentingnya self love adalah diri kita itu berharga. Mengapa? Karena dengan kita menyadari bahwa diri kita berharga, kita akan lebih mencintai diri dengan bisa menerima kelebihan dan kekurangan. Terlepas bagaimanapun pendapat orang lain tentang kita. Hal ini akan membuat lebih menghargai diri kita sendiri. Biarkan orang lain berkomentar dan berpendapat, tetapi jangan sampai komentar dan pendapat mereka membuatmu berhenti melangkah. Sahabat deCODE harus menyadari jika mereka yang berkomentar tentang hidupmu itu hanya tahu sedikit tentang kehidupan kamu. Jadi, dengan self love kamu bisa mengabaikan komentar orang lain yang berdampak buruk bagimu. Menuruti komentar orang lain, tidak akan ada habisnya. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia. Mau sesempurna apa pun pasti ada yang tidak suka dengan apa yang sedang kita jalankan.

3. Dengan Self-love Kita Akan Fokus Pada Potensi yang Kita Miliki
Alasan yang terakhir pentingnya self love adalah kita bisa fokus dengan potensi yang kita miliki. Fokus pada diri kita sendiri akan terhindar dari sikap membanding-bandingkan diri kita pada orang lain. Dengan begitu kita tidak akan goyah oleh pencapaian orang lain karena menyadari potensi yang kita miliki. Setiap manusia diciptakan dengan berbagai keunikan dan potensi masing-masing. Sehingga penting sekali kita sebagai mahasiswa berfokus pada apa yang kita bisa dan miliki, bukan hanya pada apa yang tidak kita miliki.

Sahabat deCODE, Yuk coba lebih mencintai diri sendiri mulai sekarang. Pikirkan dan fokuskan untuk diri sendiri terlebih dahulu. Karena saat mahasiswa tingkat akhir mengalami krisis, itu bisa menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan.

Jadikan hal tersebut sebagai tantangan dan jangan lupa untuk tetap merawat serta mencintai diri sendiri ya! Hanya karena di awal bisa jadi sangat menyebalkan, tapi bukan berarti kita tidak bisa menikmati. ketika cinta dalam diri sendiri sudah terpenuhi, maka satu persatu impian kita pasti bisa terwujud. Sehingga hidup kita jadi lebih bahagia dan tenang.

Penulis: Saskia Nurulita Editor: Dhiva Puspa