Pada tanggal 13 September 2021, UAI TV menghadirkan Program Director VOA New York, Naratama Rukmananda sebagai pembicara di webinar yang bertopik Melawan Infodemik. Webinar yang dilakukan melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh anggota CMSD dan beberapa dosen Universitas Al Azhar Indonesia.

Titik pertama COVID-19 adalah kota New York. Pada saat itu ratusan korban jatuh, ekonomi mati, dan ditutupnya 50 panggung broadway yang menghilangkan pekerjaan bagi ribuan orang. Pekerja seni paling terkena dampak dari pandemi ini. Banyak yang memutuskan untuk keluar dari New York karena merasa tidak mampu terus berada di kota itu, hingga New York menjadi kota mati untuk beberapa saat. Ditambah lagi, seperti yang kita ketahui, masih ada saja orang yang menyebarkan informasi tidak akurat terkait COVID-19 sehingga menimbulkan kebingungan pada masyarakat. Menurut Naratama, fake news tidak akan bisa dilawan. Satu-satunya hal yang harus kita lakukan adalah memilih apa yang sebaiknya kita telan.

Namun, pada akhirnya pandemi berhasil memunculkan inovasi baru. Semua hal yang awalnya dipaksa untuk pindah ke online, dalam sebulan menjadi terbiasa. Naratama juga sempat mewawancarai Weird Genius, pencipta musik Lathi yang sempat mendunia tahun lalu. Ternyata Weird Genius belajar membuat musik hanya melaui youtube, lho, sahabat deCODE! Oleh karena itu, manfaatkanlah dunia digital dengan belajar melalui berbagai macam platform yang ada. Selain itu, self-confidence sangatlah penting, dan hal ini harus mulai diasah sedini mungkin.

Kegiatan yang bisa dilakukan saat pandemi bermacam-macam, salah satunya adalah menonton K-Drama. Sahabat deCODE, kalian nonton juga gak, nih? Ternyata, K-Drama mampu merubah ekonomi dunia dengan menjual aspek-aspek yang ada di Korea sendiri, yaitu makanan, fashion, dan operasi plastik. Anak muda di Korea juga mampu memanfaatkan media melalui jalur kreatif. Contoh lainnya, beberapa anak muda Korea yang belajar musik di Amerika, mengaplikasikannya ke musik Korea dan akhirnya musik Korea mampu mendunia.

Penulis: Alfira Nanda Editor: Siti Masitoh