Halo Sahabat deCODE! Gore Verbinski akhirnya kembali menciptakan karya terbarunya yang bernama A Cure for Wellness pada tahun 2017. Orang yang berada di balik layar film terkenal seperti The Lone Ranger dan Pirates of The Caribbean diberi kepercayaan untuk menyajikan film yang berbeda dan memiliki latar misterius. Gore Verbinski bekerja sama dengan dua aktor terkenal, yakni Jason Isaacs yang pernah memerankan tokoh Lucius Malfoy dalam film Harry Potter dan Dane DeHaan yang menjadi Harry Osborn dalam film The Amazing Spiderman 2.

Menceritakan tentang misteri dari sebuah lokasi fasilitas pengobatan yang berada di daerah pengunungan Swiss. Dimulai ketika seorang karyawan (Dane DeHaan) dikirimkan ke tampat pengobatan bernama “Wellness Spa” untuk menjemput bos nya yang telah menjalani pengobatan. Namun, sang bos ternyata sudah menghilang. Dia merasa penasaran dan mencoba untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang keberadaan sang bos. Namun, karyawan tersebut menyadari bahwa ia telah terjebak dalam suatu permasalahn yang besar.

Film ini memiliki cerita yang misterius dan mampu membuat penonton bertanya-tanya tentang bagaimana nasib para karakter di film tersebut. Dibalut dengan suasana seram dan para aktor yang mampu menciptakan emosi tersendiri bagi penonton. Mencoba tampak unik dan sempurna “A Cure for Wellness” dikemas dengan metafora kecemasan terhadap kesehatan, tentang bagaimana masyarakat lebih senang untuk menjadi overmedicated.

Meskipun film ini mempunyai banyak kesamaan dengan film-film lain seperti Shutter Island, namun A Cure for Wellness tetap terasa stand out karena film ini sangat berbeda dari seluruh persepsi. Gore Verbinski mencurahkan kemampuannya menampilkan imajinasi yang cantik, surreal, sekaligus menyeramkan.

Gimana tuh, kalian para penikmat film tertarik tidak untuk menonton? Film ini akan membuat kalian bertanya-tanya dan semua jawaban akan kalian temukan di akhir cerita!

Genre : Mystery, Horror, Thriller

Durasi : 146 menit

Sutradara : Gore Verbinski

IMDb : 6.4

Reporter: Mahesa Putra | Editor: Galih Perdana