Pada hari Minggu (17/04/2022), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengadakan grand closing yang bertemakan “Membangun Habits Positif dan Mempererat Ukhuwan di Bulan Ramadan”. Sekaligus akan diumumkannya para pemenang lomba dari PERMADANI

Acara ini dimoderatori oleh Nadzira Azzahra dan Muhammad Sharfan Khairi.
Pertama-tama ada sambutan dari ketua pelaksana, yaitu kang Abdullah dan dilanjuti oleh penyambut acara lainnya, yaitu Hilal Haroki, Ibu Aas Nurasyiah, dan Bapak Lili Adi Wibowo.
Acara ini diisi oleh narasumber, yaitu Muhammad Atiatul Muqtadir atau yang biasa dikenal dengan Bang Fathur. Bang Fathur adalah lulusan UGM dan merupakan ketua BEM UGM tahun 2019.

Sumber: Reporter deCODE

Pada kesempatan kali ini, Bang Fathur akan berbagi cara tentang menanamkan kebiasaan positif. Bang Fatur menyampaikan bahwa hal yang kita lakukan sekarang adalah hasil dari kebiasaan kita. Apa yang kita lakukan berulang-ulang akan memengaruhi secara signifikan siapa kita, bagaimana karakter kita, dan apa yang kita percayai. Kita harus melakukan kebiasaan yang baik, bukan hanya untuk di dunia tapi bekal di akhirat juga.
Tahapan dalam pembentukan terjadinya kebiasaan, yaitu:

  1. Memicu untuk memulai perilaku
  2. Keinginan untuk merespons dan motivasi untuk berubah
  3. Kebiasaan aktual yang dilakukan
  4. Perasaan mendapatkan sesuatu

Cara untuk melakukan kebiasaan yang baik dimulai dari tujuan kita untuk apa melakukannya, buat kebiasaan itu menjadi menarik dan mudah. Kita harus menerapkan “add pleasure to whats important, add pain to comfort zone”, apabila kita selalu berada di titik nyaman saja, kita tidak akan berubah ke hal baru yang pasti jauh lebih baik dari yang ada sekarang.

Adanya bulan Ramadan juga dapat memicu kita untuk melakukan hal yang lebih baik, karena amalan yang kita lakukan akan membantu kita bebas dari api neraka dan doa kita pasti dikabulkan. Bang Fathur juga mengingatkan kita, bahwa melakukan kebiasaan baik merupakan bekal untuk di akhirat. sebab, hidup bukan hanya tentang enaknya saja tetapi kita juga harus mati enak yang maksudnya adalah dunia itu hanya sementara. Jangan sampai terlena dengan kebahagiaan duniawi dan melupakan keberadaan akhirat.

Setelah pemaparan materi yang Bang Fathur sampaikan selesai. Tibalah di penghujung acara, yaitu pengumuman perlombaan dakwah, esai, dan poster.

Penulis: Ferrel Sahlah Anfasyah Editor: Nadila Natasya