Sekarang ini kopi menjadi salah satu suatu komoditas tertinggi di Indonesia. Bila berbicara tentang kopi Indonesia, maka topik ini tidak akan ada habisnya untuk terus dibahas. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki berbagai macam ragam kopi dari daerah yang berbeda-beda. Kopi-kopi ini memiliki rasa yang unik dan bahkan mulai mendunia dengan keunikannya itu.

Mungkin sebagian dari kita mengetahui kopi dari tanah Gayo. Keeksotisan rasa yang dimiliki kopi tersebut menjadi salah satu hal yang paling dicari. Bahkan, keeksotisan rasa yang dimiliki kopi Gayo tersebut sudah diakui dunia. Jawa Barat tak kalah dengan Gayo, yang juga memiliki rasa unik di dalam kopinya sendiri.

Di Bandung, ada 5 gunung yang mengeliilingi, yaitu Gunung Manglayang, Gunung Burangrang, Gunung Bukit Tunggul, Gunung Malabar, dan Gunung Puntang. Dari kelima gunung tersebut, saya berkesempatan untuk mengeksplor Gunung Puntang.

“Pantang pulang sebelum minum kopi Puntang”

Gunung Puntang berada di Desa Cimaung, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Dari pusat Kota Bandung, lebih kurang memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk mencapai Kecamatan Banjaran. Tetapi, karena faktor cuaca yang sangat ekstrim, saya memilih untuk bersantai di salah satu warung kopi di sekitar daerah menuju Gunung Puntang.

Warung Kopi Puntang menjadi pilihan destinasi saya untuk menikmat indahnya bumi Parahyangan, yang kebetulan menjadi tempat saya bertemu dengan anak dari salah satu petani kopi di Puntang. Warung Kopi Puntang beralamat di Pasirmulya, Banjaran, Bandung, Jawa Barat.

Kopi Puntang menjadi salah satu primadona kopi di Jawa Barat. Kopi Puntang memiliki ciri khas rasa yang sangat unik, bahkan tanpa dicampuri gula pun sudah terasa manis. Di Warung Kopi Puntang, banyak yang menyuguhi kopi khas Gunung Puntang. Bahkan uniknya disediakan pula roasting-an yang berbeda-beda dari berbagai macam roastery di Bandung.

Salah satu yang menjadi daya tarik mengapa saya memilih untuk bersantai di sini, ialah di mana hanya dengan segelas kopi Puntang seharga Rp 10.000, kalian akan disambut dengan keindahan bumi Parahyangan yang tak bisa dibayar dengan uang.

Tidak hanya menyuguhkan kopi, Warung Kopi Puntang memiliki menu andalan, yaitu Bandrek Abah dan Colenak. Sangat tak afdhol rasanya apabila tidak menikmati kedua menu andalan tersebut. Bandrek di sini pun alami, bukan bandrek instant. Bahkan bandrek di sini merupakan racikan dari sang pemilik warung. Selain itu, tersedia pula kelapa muda di dalam bandrek tersebut. It’s so great!

Bandrek Abah memiliki rasa yang lezat dan sangat tepat bila kita menikmatinya sambil merasakan dinginnya Gunung Puntang. Colenak pun menjadia makanan yang wajib untuk menjadi pendamping setia apabila menikmati bandrek. Anyway, colenak ini merupakan tapai singkong yang dibakar dan dibalut dengan gula merah yang dicairkan. Ditambah parutan kelapa muda utnuk memperkuat kelezatan colenak terebut. Pokoknya cocok banget deh kalau udah minum Bandrek Abah ditemani Colenak dan juga pemandangan indah bumi Parahyangan.

Apabila kalian penasaran dengan nikmatnya kopi Puntang serta kelezatan dari Bandrek Abah dan Colenak serta pemandangan Gunung Puntang yang sangat indah, kalian bisa langsung saja datang ke Warung Kopi Puntang. Rasakan nikmat kopi, bandrek, dan colenaknya, serta suasana yang disuguhkan.

Panjang umur petani kopi Indonesia

Pantang pulang sebelum kopi Puntang

Salam untuk pecinta kopi dari bumi Parahyangan

Tunggu ekslor kopi Jawa Barat selanjutnya, karena masih ada 4 Gunung yang masih belum kita cicipi kopinya.

Reporter & Fotografer : Muhammad Faisal Barakuan | Editor: Sasya Semitari P & Galih Perdana