Tanggal 8 Maret 2018 adalah sudah ditetapkannya menjadi Hari Perempuan Internasional. Asal mula Hari Perempuan Internasional ini berawal pada tahun 1909, dimana para perempuan menuntut agar mereka diberikan kebebasan untuk memilih, dan diperlakukan sebagaimana mestinya. Hingga akhirnya, pada tahun 1909 Hari Perempuan Internasional diakui secara resmi oleh PBB.

Banyak cara dalam memperingati Hari Perempuan Internasional. Indonesia berhasil mengadakan acara yang bertajuk Women’s March yang diadakan di kawasan MH Thamrin pada 4 Maret kemarin.

Lain halnya dengan perusahaan mainan di California yang punya cara sendiri dalam memperingati Hari Perempuan Internasional. Perusahaan bernama Mattel tersebut mengeluarkan koleksi boneka Barbie terbaru dengan tujuan mengenalkan sosok perempuan yang menginspirasi. Series ini bertemakan ‘Inspiring Women’.

Tidak tanggung-tanggung, Mattel mendesain boneka barbie lengkap dengan pakaian dan aksesoris yang terlihat begitu cantik. Diantaranya ada sosok Amelia Earhart yang merupakan seorang pelopor penerbangan, penulis, dan pejuang hak wanita Amerika Serikat.

Selain itu, ada juga sosok Frida Kahlo yang merupakan seorang pelukis Meksiko yang lahir di Coyoacan dan dikenal karena potret dirinya. Katherine Johnson juga dijadikan sebagai sosok yang menginspirasi.

Katherine merupakan seorang matematikawan Afrika-Amerika yang memberikan kontribusi pada program aeronautika dan luar angkasa Amerika Serikat dengan aplikasi awal komputer elektronik digital di NASA.

Selain itu ada juga, atlet Chloe Kim dan Gabby Douglas, movie director Patty Jenkins dan Ava DuVernay, aktris Emmy Rossum, balerina Misty Copeland, aktivis lingkungan asal Australia Bindi Irwin, dan masih banyak sosok-sosok menginspirasi lainnya.

Dilansir dari Huffington Post, Lisa McKnight selaku Wakil Senior Presiden dan General Manager Barbie mengatakan bahwa koleksi Barbie Inspiring Women tersebut akan diproduksi secara massal dan dijual di toko-toko tepat di Hari Perempuan International kemarin ini.

Reporter: Riska Fitria | Editor: Nadhira Aliya & Galih Perdana