Media saat ini tidak dapat terlepas dari perkembangan teknologi yang sangat pesat. Hal tersebut mengakibatkan media selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Padahal, kenyataannya masih banyak masyarakat yang belum dapat menggunakan media dengan tepat dan bijak. Faktor pendukung terbesar ialah kurangnya informasi mengenai penggunaan media, sementara media itu sendiri terus berkembang. Pada kesempatan kali ini, kami mendapat undangan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak cq. Deputi Partisipasi Masyarakat dalam Workshop Literasi Media Bagi Masyarakat yang dilaksanakan pada tanggal 23 – 24  Maret 2017 di Hotel Salak Heritage Jl. Ir. H. Juanda No.8, Pabaton, Bogor Tengah, Kota Bogor. Workshop yang dilaksanakan dalam 2 hari tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang peran dan fungsi media, khususnya dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

 

Selain Universitas Al-Azhar Indonesia, acara ini juga dihadiri oleh beberapa universitas lainnya seperti Universitas Indonesia, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, London School of Public Relation, serta Politeknik Negeri Media Kreatif. Workshop beredukatif ini mendatangkan pembicara yang sangat kredibel, yakni Ibu C. Musiana Yudhawasthi M.Hum atau biasa dipanggil Ibu Ina. Beliau adalah seorang anggota Lembaga Sensor Film dan Founder Komunitas Jelajah. Dalam menyampaikan materinya tentang literasi media, Ibu Ina menekankan kepada kami untuk “melek” media serta cerdas dalam menggunakannya. Acara dikemas dengan sangat menarik dan tidak “kaku” sehingga para peserta seminar yang seluruhnya ialah mahasiswa tidak bosan saat mendengarkan materi. Terlebih lagi, kami dituntut untuk selalu aktif dan kritis dalam menanggapi beberapa kasus yang dipaparkan dalam materi. Selepas waktu istirahat sholat maghrib, kami dikejutkan oleh kedatangan Ibu Agustina Erni, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang langsung menyapa kami dengan hangat. Beliau menyampaikan sebuah realita menyedihkan yang sampai saat ini masih terjadi di Indonesia, yakni kasus pedofilia dan kekerasan terhadap wanita. Beliau mengajak kami untuk ikut berpartisipasi membangun masyarakat Indonesia yang lebih baik dengan cara membuat tim dari gabungan universitas kami untuk menjalankan misi bersama – sama dengan kementrian. Dengan tangan terbuka beliau juga mau mendengarkan kesan, kritik, saran, dan harapan bahkan menerima ide – ide kami terkait program – program Kementrian kedepannya.

 

Workshop 2 hari ini meninggalkan kesan yang sangat baik kepada kami. Bukan karena fasilitas mewah yang kami dapatkan selama mengikuti acara saja, tetapi karena kami mendapatkan banyak sekali wawasan dan teman baru yang menyenangkan. Walaupun berasal dari universitas yang berbeda – beda, tetapi pertemanan ini terasa begitu dekat. Sesuai dengan saran dari Ibu Erni, kami akan membentuk tim yang berisikan 6 universitas untuk membuat rencana kegiatan demi tercapainya tujuan bersama, yakni masyarakat Indonesia yang lebih baik, cerdas, dan beretika dalam bermedia.

 

Faisal Barakuan | Nyayu Ardhya Fakhira | Salma Aulia