Film adalah artefak budaya yang sangat berpengaruh dalam kebudayaan. Film dapat dijadikan sebagai riset untuk edukasi dan juga sebagai jembatan untuk memadukan serta melestarikan dua kebudayaan. Dua kebudayaan disini adalah budaya Indonesia dan China. Selain untuk mempertunjukan atau mempertontokan kebudayaan Indonesia, lewat sebuah film kita dapat mengangkat beberapa tempat wisata yang ada di Indonesia. Perkembangan film lokal di Indonesia untuk sekarang ini sangat pesat. Hanya saja Indonesia masih memiliki kekurangan dalam pembuatan film lokalnya. Kenapa? Karena Indonesia merupakan infrastruktur yang tidak merata.

Dengan adanya pertukaran budaya melalui film, hal tersebut menjadikan budaya sangat mudah untuk diterima oleh khalayak atau publik. Indonesia dan China adalah negara yang memiliki beraneka ragam budaya. Melalui acara ini kita dapat melihat bagaimana keterbukaannya kebudayaan Indonesia terhadap kebudayaan China. Acara ini diselenggarakan pada (1/4) dimulai pukul 09.00 WIB di KEMENDIKBUD Indonesia. Acara tersebut juga dibuka oleh salah satu UKKM Universitas Al Azhar Indonesia yaitu Musik Sore. Setelah itu diisi oleh Mahasiswi Sastra China UAI dengan memainkan alat musik Hulusi atau suling China.

Acara ini mengundang banyak pembicara, salah satunya sutradara dan pemain film Assalamualaikum Beijing yaitu Guntur Soehardjanto dan Morgan Oey. Dan tak lupa juga, dua orang pembicara dari TV Nasional China, CCN. Mereka membicarakan seputar film dan kebudayaan. Karena Indonesia dan China memiliki banyak kesamaan budaya, sehingga tidak menutup kemungkinan dapat terjadi kerja sama dalam bidang perfilman.

Pramundhitya Haeni P | Putri Indah Riana

Decode