Sebuah novel karya Dee Lestari yang kembali membuat orang terkagum pada dirinya. Dee selalu membuat novel-novel bagus yang dipenuhi dengan riset mendalam, Ia serta tidak hanya membuat sekedar cerita romansa namun juga memberikan pengetahuan yang lebih kepada para pembacanya.

Kali ini, Dee membawa para pembacanya untuk mengetahui tentang dunia olfaktori (indra penciuman) dan dunia peracikan aroma tubuh, melalui Aroma Karsa.

Cerita ini dimulai dari Raras yang terobsesi dengan bunga puspa karsa. Puspa karsa yang awalnya dikira sebagai dongeng belaka ternyata benar ada keberadaanya, tanaman tersebut tersembunyi di tempat rahasia. Dengan nekat, Raras berusaha untuk dapat menemukan bunga tersebut.

Aroma Karsa: Memahami Dunia Olfaktori

Sumber foto: gendingaksara.wordpress.com

Akhirnya, Raras mempekerjakan secara paksa seorang peracik parfum dari kios isi ulang di Bantar Gebang bernama Jati Wesi. Jati merupakan seorang peracik parfum ditempatnya ia tinggal. Ia dijuluki warga sekitar sebagai Hidung Tikus, karena ia memiliki penciuman yang luar biasa.

“Parfum itu bukan masalah kuantitas, melainkan kualitas. Loyalitas.”

Jati menjadi parfumer di toko parfum kecil bernama Attarwala. Ia sangat menyukai pekerjaanya. Namun karena Jati mereplika parfum Puspa Ananta, Jati kehilangan pekerjaanya di Attarwalla. Akan tetapi, ia juga mempunyai kontrak seumur hidup dengan Kemara, perusahaan milik Raras Prayagung. Dengan intensitas antara pertemuan Raras dengan Jati, akhirnya ia bertemu dengan anak tunggal Raras. Yaitu, Tanaya Suma.

Aroma Karsa: Memahami Dunia Olfaktori

Sumber foto: thejakartapost.com

Dalam novel ini, Dee berusaha membongkar dunia olfaktori dari tokoh Jati dan Suma yang berpetualang untuk menemukan Puspa Karsa yang hanya dapat dilacak melalui aroma. Seiring dengan perjalanannya, tumbuh perasaan antara Jati dan Suma, dan paduan kisah romansa serta dunia olfaktori pun dimulai!

Dengan rangkaian cerita alur-mundur tetapi saling terkait, Aroma Karsa seakan-akan membuat kita menebak-nebak siapa menjadi apa dalam alur cerita yang sangat tabah dibangun oleh Dee Lestari ini.

“Tan wenang kinawruhan ng katrsnan. Wenang rinasan rimanah juga”

Asmara, tidak bisa dipahami. Cuma bisa dirasakan akibatnya.

Cerita ini menghadirkan banyak sekali lika-liku kehidupan. Banyak hal yang harus dikorbankan mulai dari keluarga, cinta, hingga darah. Akankah dengan segala pengorbanan yang telah mereka lakukan akan mendapatkan bungan Puspa Karsa? Atau perjalanan mereka dalam mencari Puspa Karsa hanya akan menggores satu sama lain? Baca selengkapnya dalam novelnya ya sahabat deCODE!

Reporter: Nur Syifa Buchis Editor: Galih Perdana