Jakarta Fashion Week (JFW) 2019 kembali digelar pada 20 Oktober 2018 hingga 26 Oktober 2018 kemarin. Acara pagelaran mode busana tersebut berlokasi di Senayan City, Jakarta Selatan. Tahun ini ada sekitar 68 peragaan busana yang digelar pada acara tersebut. Salah satunya adalah Senayan City X Jakarta Designer’s Room.

5 Karya Senayan City x Jakarta Designer's Room Di JFW 2019

Foto: Nadhira Aliya

Pada Rabu (24/10), deCODE mendapat kesempatan untuk melihat peragaan busana yang ditampilkan oleh Senayan City x Jakarta Designer’s Room (JDR) disana. Dalam pergelaran busana tersebut, Senayan City berkolaborasi dengan 5 designer lokal yang tergabung dalam JDR. JDR sendiri merupakan suatu komunitas bisnis untuk designer yang bertujuan untuk menciptakan creative entrepreneurship dalam indusrti fashion.

5 designer tersebut adalah Danjo Hiyoji, KLE, Hunting Fields, XY dan Nikicio Black Label. Dilansir dari website resmi Jakarta Fashion Week, tema yang mereka angkat adalah IN.VAGUE. IN.VAGUE sendiri berarti kalbu, samar, tak teridentifikasi dalam artian lain, desain yang mereka memiliki keunikan masing-masing dan tidak bisa disamakan.

Masing-masing designer memiliki gaya dan tema mereka masing-masing. Seperti, Danjyo Hiyoji yang menampilkan koleksi terbarunya dengan tema “Pleisure”. Dalam koleksinya kali ini, mengedepankan tampilan sederhana, oversized, namun dengan potongan yang menarik.

Berbeda dengan KLE, pada perhelatan tesebut KLE menampilkan koleksi Existensialism Fall/Winter 2018. Melalui koleksi ini, KLE mencoba menampilkan dunia dalam diri, juga keberadaan kita yang kecil di tengah jagad raya yang luas. Pilihan warna yang digunakan adalah monkromatik; hitam dan abu-abu, dengan sentuhan merah.

Sementara itu, Hunting Fields membawakan tema ‘Duality’ yang menceritakan perpaduan dari disharmony atau unsur-unsur yang berlawanan. Warna yang digunakan adalah hitam, navy, abu-abu dan ivory Sementara itu, Nickio menampilkan busana bagi wanita yang menginspirasi. Wanita yang menginspirasi tersebut digambarkan dalam bentuk potongan busana yang lurus dengan volume yang tegas.

5 Karya Senayan City x Jakarta Designer's Room Di JFW 2019

Foto: Nadhira Aliya

Sedangkan, melalui busananya label XY mencoba menceritakan “Story of John Doe”. John Doe sendiri merupakan istilah yang digunakan untuk seseorang yang identitasnya tidak diketahui. Melalui desainnya itu XY mencoba menyampaikan perjalanan manusia dalam mencari hasrat dan diri melalui dalam beberapa fase. Yaitu, The Unidentified, The Journey dan Self-Knowing.

Nah sahabat deCODE, bagaimana keseruan acara Jakarta Fashion Week 2019 kemarin? Namun sayang sekali, pagelaran mode busana JFW 2019 sudah berakhir pada 26 Oktober 2018. Mari kita tunggu kehadiran Jakarta Fashion Week di tahun selanjutnya!

Reporter: Nadhira Aliya Editor: Novia Aprilia Hermawan