Ada pemandangan tidak biasa di Universitas Al Azhar Indonesia pada Kamis, 8 November 2018 lalu. Sejumlah mahasiswa dari berbagai tingkatan berkumpul di pelataran tenda biru. Lokasinya ada di belakang kampus. Sore itu digelar acara musik tahunan dengan tema SABI yang merupakan singkatan “Senadakan Anak Bangsa Indonesia”

Tak cuma sekadar acara tahunan, perhelatan musik ini juga terkait peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh 28 Oktober 2018 lalu. Itulah sebabnya acara Musik Sore tahun ini memiliki tema Senadakan Anak Bangsa Indonesia.

Satukan Musik Anak Bangsa dalam Acara Musik Sore

Foto: Sefhia Riana

“Karena kita mau mempersatukan anak Indonesia lewat musik” kata Wakil Ketua Panitia SABI Tio saat ditemui tim reporter deCODE di sela acara yang diawali dengan sambutan dari wakil ketua acara dan pembina Musik Sore.

Kerennya, di acara ini, band-band yang tampil tidak hanya dari kalangan mahasiswa UAI saja. Tetapi juga dimeriahkan band dari universitas lain dan Indie dengan berbagai aliran musik, mulai dari jazz, blues hingga pop.

Beberapa Line-Up band yang ikut memeriahkan acara Musik Sore kala itu adalah, Thirty Minute Late, Greyon, Without Ludie, Rumah Tua, Strawberry Jam, Boy Less, Soultereo, Partikelir, Bobs and Vagini. Meski sempat ngaret dari jadwal dan mendung menggayut, acara yang dipandu Alif Rivelino dan Shintia, tetap berlangsung seru. Kolaborasi keduanya yang pecah abis berhasil menghidupkan suasana. Tidak heran kedua MC ini berhasil membuat penonton tetap menunggu aksi band-band yang akan tampil.

Salah satu aksi panggung yang memukau perhatian penonton adalah Band Soultereo. Band ini secara khusus membawakan lagu barunya untuk pertama kali di acara SABI yang membuat acara Musik Sore tahun ini semakin istimewa. Selain itu ada Rumah Tua yang membawakan lagu andalannya berjudul Fatamorgana yang membuat penonton tampak antusias. Tidak ketinggalan permainan asyik jajaran panitia Musik Sore menjelang break adzan Maghrib.

Meski tata panggung terlihat seadanya, namun suara yang prima dari sound system mampu menggetarkan kampus biru tercinta, membuat orang-orang bergoyang bersama mendengarkan lantunan musik yang ciamik.

Namun di balik kemeriahan acara, Ketua Panitia SABI Azhar mengakui ada sejumlah kendala yang membuat event ini tidak berjalan sempurna seperti yang diharapkan. Pernyataan Azhar ini selaras dengan perkataan Tio bahwa masih banyak kesalahan yang dilakukan panitia. Mereka memaklumi karena panitia yang berpatisipasi rata-rata mahasiswa baru yang masih harus banyak belajar.

Tio yang merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018 mempunyai kesan dan pesan pada acara Musik Sore yang diungkapkan dengan pembawaannya yang tenang. “Kesannya seru. Banyak masalahnya, tapi itu yang bikin cerita di Musik Sore tahun ini. Untuk pesannya, mungkin ke depannya acaranya bisa lebih bagus lagi. Mudah-mudahan Musik Sore bisa berkembang, sehingga bisa bikin acara di luar, makin terkenal dan banyak yang join” kata Tio.

Selamat untuk kemeriahan dan kesuksesan acara SABI, Musik Sore!

Reporter: Vania Ramadhani Editor: Syifa Putri Naomi