Bagi sebagian orang terutama generasi muda, menentukan sebuah pilihan bukanlah hal yang mudah, apalagi bila berkaitan dengan masa depan. Dibutuhkan pemikiran yang matang supaya tidak menyesal dengan keputusan yang telah diambil di kemudian hari. Menyikapi hal tersebut, program studi ilmu komunikasi UAI berinisiatif menyelenggarakan acara berupa talk show, dengan tema “Advertising PR dan Media di Era Evolusi Industri 4.0”.

Reporter deCODE berkesempatan menghadiri acara yang diadakan di Ruang Auditorium Arifin Panigoro tersebut pada hari Rabu, 26 Juni 2019 yang lalu. Talk show ini wajib wajib dihadiri oleh para mahasiswa/i ilmu komunikasi angkatan 2018, dengan harapan isi dari acara talk show tersebut dapat membantu mahasiswa/i untuk lebih mengenal dan memahami peminatan apa yang akan mereka ambil pada semester berikutnya. Dalam prodi ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia sendiri terdapat tiga bentuk peminatan, yaitu Public Relations, Media dan Advertising.

Acara talk show ini akan diadakan tiga kali dan pada minggu pertama membahas mengenai dunia advertising. Talk show yang dimulai pukul 13.00 – 16.00 WIB ini mendatangkan dua pembicara hebat, yaitu Farhana E. Devi Attamimi selaku Institute Director Hakuhodo Life and Living Asia sekaligus Director of Strategy Hakuhodo Network Indonesia dan juga Wahyu Hidayat Jati selaku Creative Director Dwi Sapta Integrated Marketing Communication. Dalam penyampaiannya, Devi mengatakan bahwa masuk dalam dunia advertising bukan sekedar menjual brand, karena pada sebuah iklan yang dibuat tidak hanya semata-mata menginformasikan suatu brand saja, tetapi juga di dalamnya terdapat gaya hidup dan nilai-nilai yang diserap oleh masyarakat dan itu dapat membentuk kepribadian sebuah negara.

Menurut Devi dan Wahyu prospek kerja di dunia advertising semua sangat menjanjikan, karena di dalam advertising sendiri kita melakukan teamwork dan bukan kerja sendiri-sendiri. Salah satu persiapan yang harus dilakukan mahasiswa yang baru ingin terjun ke dalam dunia advertising adalah dengan memanfaatkan kesempatan magang – bukan hanya sekedar datang dan mengerjakan tugas di sana, tetapi mempelajari juga kultur serta mencari tahu apa yang dilakukan rising star di tempat magang itu sehingga seseorang bisa menjadi rising star.

Talk Show Prodi Ilkom : Belajar Advertising Langsung dari Ahlinya
Sumber foto : Ahmad Iqbal

“Magang adalah kesempatan bagus banget untuk kalian mengerti apa yang dibutuhkan sama advertising sehingga pada saat apply itu yang kalian pake,” ujar Devi. Devi juga menambahkan, “Sebanyak-banyaknyalah ikut dalam festival, organisasi, atau acara-acara apapun karena advertising itu sangat luas”.

Skill yang harus dimiliki untuk masuk kedalam dunia advertising dimulai dari bagaimana kita mengerjakan tugas-tugas tersebut dengan benar. Bukan bagus atau tidaknya melainkan punya potensi atau tidak. Advertising di masa depan akan semakin sulit karena persaingan bukan hanya antara sesama agensi saja, tapi banyak klien-klien yang juga memiliki agensi sendiri dan memiliki sistem komunikasi sendiri.

“Jadi menurut saya makin lama advertising akan makin susah dan juga cara konsumen kita mengkonsumsi iklan pun semakin kritis. Jadi masa depan kita akan sangat sulit tapi justru karena kita kreatif makin sulit biasanya makin keren,” ujar Devi.

Devi dan Wahyu juga berbagi hal menyenangkan apa yang mereka dapat dari pekerjaan mereka. “Yang paling menyenangkan buat saya adalah kita di kantor bisa ngumpul sama orang-orang yang gokil-gokil, pikirannya idenya aneh-aneh terus jalan hidupnya nggak mainstream,” lanjut Devi.

“Kalo aku yang paling menarik adalah setiap hari tuh ada yang baru. Karena kita selalu mencari. Kalo aku di creative aku selalu melihat referensi yang baru kemudian kita bahas sama temen-temen juga. Selalu ada obrolan-obrolan baru. Berangkat ke kantor itu bukan menjadi sebuah materi rutinitas gitu, karena disana juga setiap hari kita bisa eksplor, kita harus jalan yang ngebuat kita emang seneng ya sama pekerjaan kita,” ujar Wahyu menambahkan.

Talk Show Prodi Ilkom : Belajar Advertising Langsung dari Ahlinya
Sumber foto : Ahmad Iqbal

Untuk kalian yang masih ragu atau nggak percaya diri buat masuk ke peminatan advertising ini kunci utamanya cuman satu nih, yaitu yakin. Kenapa yakin? Kalian harus yakin dengan passion yang kalian punya. Kalian juga sudah harus tahu passion kalian itu apa supaya saat memilih peminatan nanti tidak perlu ragu dan tepat sasaran menentukan pilihan.

“Menurut saya fasilitas itu hanya medium, basic-nya adalah ke kita. Artinya kalau misalnya yang mesti dipersiapkan pertama kali adalah punya passion untuk terjun kesini dulu” kata Wahyu menyimpulkan.

Satu kata yang menggambarkan dunia advertising bagi mereka,

“Meriah!!!” ucap Devi.

“Gokil!!!” sambung Wahyu.

Reporter: Siti Masitoh Editor : Emir Salim