Film Bumi Manusia yang diangkat dari novel Pramoedya Ananta Toer memberi kisah romantisme yang mengharu biru bagi para penonton teater tanah air. Film garapan sutradara ternama Hanung Bramantyo ini dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Mawar Eva de Jongh, Sha Ine Febriyanti dan masih banyak lagi.

Sumber Foto: www.goodnewsfromindonesia.id

Film ini bercerita tentang Minke (Iqbaal Ramadhan) dan Annelies (Mawar Eva de Jongh), dua anak manusia yang meramu cinta di atas pentas pergelutan tanah kolonial awal abad 20. Selain kisah romantisme yang disajikan di dalam film, sebenarnya Pram menuliskan sejarah hidup Tirto Adhi Soerjo, tokoh yang begitu terhormat dalam dunia pers.

Meski tidak sepopuler para tokoh sejarah pergerakan nasional lainnya macam H.O.S. Tjokroaminoto, Tjipto Mangoenkoesoemo, Ki Hadjar Dewantara, namun andil Tirto Adhi Soerjo sebenarnya sangat besar sebagai orang yang memulai perjuangan melawan penindasan melalui cara-cara yang elegan dan modern. Kiprah Tirto Adhi Soerjo (Minke) yang dirintis sejak awal abad ke-20 mencakup berbagai lini kehidupan. Ia membuka jalan perjuangan lewat jalur jurnalistik, organisasi pergerakan, serta ragam pemikiran dalam upaya menyadarkan rakyat Hindia (Indonesia) untuk berpikiran lebih maju.

Dapat kita selami bagaimana sosok Minke begitu menakjubkan ketika ia menulis kejadian yang menimpa Annelies dan Nyai Ontosoroh saat terjadi konflik tentang pengadilan Hukum Kolonial, yang kemudian dimuat melalui surat kabar. Pada masa perjuangan kemerdekaan, pers menjadi alat penyambung lidah rakyat kaum intelektual untuk mengobarkan semangat kemerdekaan. Akibat dari tulisan-tulisan mereka yang dianggap menghasut, mereka menjadi target pemerintah Belanda dan seringkali berakhir dengan pengasingan agar tidak membuat tulisan-tulisan menghasut dan mengkritik, yang berbahaya bagi pemerintah Belanda.

Pada tahun 1973, Tirto Adhi Suryo ditetapkan oleh Dewan Pers RI sebagai Perintis Pers Nasional. Kehadiran Tirto Adhi Suryo pada zamannya memiliki pengaruh sangat besar. Seorang tokoh yang memiliki pandangan jauh ke depan. Tirto menjadi bangsawan pertama yang melakukan apa yang disebut kaum komunis sebagai “bunuh diri kelas”, suatu perbuatan yang menyimpang pada masanya. Maka dari itu, Tirto Adhi Suryo disebut sebagai Bapak Pers Indonesia.

“Pers adalah instrumen paling baik dalam mencerahkan dan meningkatkan kualitas manusia sebagai makhluk rasional, moral, dan sosial.” – Thomas Jefferson, Presiden ketiga Amerika Serikat.

Reporter: Zahrani Fairuz Syifa Editor: Zalzabillah Ullyl Albi