“Cabut cabut cabut RUU, Cabut RUU Sekarang juga.”

Seruan lantang ini diserukan oleh seluruh mahasiswa yang menolak untuk pengesahan RUU dan RUKUHP. Bagaimana tidak? Banyaknya undang-undang yang menjadi kontroversi membuat mahasiswa geram karena terdapat pasal-pasal yang mencekik rakyat Indonesia demi kepentingan sang penguasa.

Pada Selasa(24/09/2019), Aksi Mahasiswa turun kejalan dari berbagai Universitas yang mengerubuti Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jalan Gatot Subroto, Jakarta dikenal juga dengan sebutan Aksi Nasional.

Dengan orasi-orasi yang membakar semangat seluruh mahasiswa menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK).

Sumber Foto: twitter.com/ajplus

‘’Jika ada ketidakadilan di negeri ini apa yang kita lakukan? ‘’LAWAN!! ’’
‘’Jika kemunafikan dan Kebohongan merjalela apa yang kita lakukan?‘’
“LAWAN !!’’

Aksi berjalan damai hingga pukul 16.00 WIB. Namun, pada saat pukul 16.30 WIB mulai ricuh karena adanya pendemo menuntut pimpinan DPR untuk menemui mereka. Demonstran melemparkan botol mineral dan terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan ditambah lagi dengan aksi provokasi yang berdatangan pada sore hari yang meneriakan ’’Revolusi Harga Mati’’ membuat polisi menyemprotkan meriam air untuk membubarkan massa di depan gedung DPR. Demonstran yang didominasi mahasiswa itu pun berlarian mundur kocar-kacir.

Sumber Foto: twitter.com/ajplus

Setelah melakukan audiensi dengan anggota DPR RI pada Senin, 23 September 2019 hingga 24 September 2019 para mahasiswa belum mendapatkan apa yang mereka tuntutkan dan hanya mendapatkan dalih -dalih yang mengulur jawaban sebuah kepastian. Jika seperti ini kemana lagi Rakyat Indonesia harus mengadu jika suara-suara para mahasiswa dibungkam dan diacuhkan?

“Wahai penguasa lihatlah Rakyat Indonesia
Bagaimana bisa kalian tertawa sedangkan kami meringis dan menangis….
Haruskah kami bersujud untuk memohon, sedangkan engkau bukan Tuhan kami.”

Dari Mahasiswa Negeri Ini
Penulis: Zahrany Fairuz Syifa Editor: Novia Aprilia Hermawan