Jojo Rabbit Meraih Oscar dengan Kisah Anak Fanatik Nazi
Sumber Foto : Pinterest

Nazi. Kira-kira apa yang langsung terpikir di benak kalian saat mendengar kata itu? Adolf Hitler? Kejam? Sejarah kelam? Ya, kira-kira memang begitu penggambaran mengenai Nazi. Bagaimana jadinya jika kisah yang berhubungan dengan Nazi, terutama Adolf Hitler malah berhasil mengocok perut? Jojo Rabbit berhasil melakukannya hingga mengantarkan film itu mendapatkan piala Oscar untuk kategori Best Adapted Screenplay.

Taika Waititi adalah sutradara, produser, penulis naskah, serta aktor hebat di film Jojo Rabbit. Dibantu oleh Carthew Neal dan Chelsea Winstanley yang berada di kursi produser, Jojo Rabbit menjadi film yang apik dan sangat sayang untuk dilewatkan. Penopang film ini tentu juga berasal dari naskah film yang tak kalah hebat, ditulis oleh Waititi berdasarkan buku Caging Skies karya Christine Leunens.

Jojo Rabbit mengisahkan tentang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bernama Johannes “Jojo” Betzler (Roman Graffin Davis). Ia tinggal di Jerman pada akhir Perang Dunia II bersama ibunya, Rosie (Scarlett Johansson). Ayah Jojo yang ikut berperang, menghilang. Sedangkan kakak perempuannya, Inge, meninggal karena sakit.

Seperti anak kecil pada umumnya, Jojo juga memiliki teman khayalan. Teman khayalan Jojo adalah Adolf Hitler (Taika Waititi), yang terkenal kejam dan ditakuti oleh banyak orang pada saat itu. Berbeda dari pandangan orang-orang terhadap Hitler, teman khayalan Jojo memiliki watak yang kekanakan dan konyol serta suportif. Jojo bisa memiliki teman khayalan berupa Adolf Hitler karena kefanatikannya terhadap Nazi dan kekagumannya kepada Hitler.

Kecintaan Jojo terhadap Nazi dan Hitler mendapatkan ujian yang berat ketika ia bertemu seorang gadis remaja Yahudi bernama Elsa Korr (Thomasin McKenzie). Gadis itu berada di lantai atas rumahnya, bersembunyi di balik dinding dalam hening. Jojo yang pada dasarnya memang anak kecil yang naif, selalu mengganggu Elsa agar pergi dari rumahnya. Namun, perlahan-lahan Jojo merasa penasaran mengenai gadis itu serta bangsa Yahudi. Setelah lama mendapatkan banyak hegemoni yang ditanam mengenai bangsa Yahudi, Jojo mulai melihat sendiri seperti apa bangsa yang selama ini menjadi musuh orang Jerman melalui Elsa Korr.

“You’re not a Nazi, Jojo. You’re a ten-year-old kid who dressing up in a funny uniform and wants to be part of a club.” – Elsa Korr

Film yang tayang perdana pada 8 September 2019 di Festival Film Internasional Toronto juga dibintangi oleh Sam Rockwell, Stephen Merchant, Robel Wilson, dan Alfie Allen. Meski sudah tayang tahun lalu, film ini kembali terdengar setelah berhasil memenangkan piala Oscar sebagai Best Adapted Screenplay. Terlebih lagi sempat trending di dunia maya video Taika Waititi yang menyimpan piala Oscar-nya di bawah kursi dan menjadi perbincangan publik yang bahkan tidak mengetahui tentang filmnya.

Memang tidak mengherankan apabila film Jojo Rabbit berhasil meraih piala Oscar dan menghasilkan pendapatan sebesar 81 juta dollar. Kritikus film pun memberi ulasan positif terhadap film ini karena dari berbagai segi, film ini memiliki kualitas yang ciamik. Dengan cara yang baik segala kenaifan Jojo, membawa penonton dalam kisah Jojo sebagai anak Nazi yang kejam. Film ini pun tidak hanya bercerita betapa kejamnya Nazi atau tentang bocah laki-laki dalam proses pendewasaan diri, tetapi juga memiliki pesan moral yang mendalam meski terdapat bumbu-bumbu kelam dan lelucon kocak di sana-sini. Singkatnya, film ini harus banget ditonton!

“Let them say whatever they want. People used to say a lot of nasty things about me. ‘Oh, this guy’s a lunatic.’ ‘Oh, look at that psycho. He’s gonna get us all killed.’” – Adolf Hitler

Reporter: Vania Ramadhani Editor: Alfira Nanda Delya