Hallo Sahabat DeCODE, bagaimana kabar lebaran qurban kalian tahun ini? Apakah kalian masih semangat  menjalankannya walaupun dibarengi dengan berbagai macam protokol kesehatan atau kebijakan dari pemerintah? harus tetap semangat dong!

Idul Fitri 2020 kemarin berbeda dari tahun sebelumnya, karena ada kebijakan dari pemerintah untuk menghindari keramaian. Oleh karena itu, lebaran kemarin tak heran jika terasa jauh lebih sepi dan memang tak semegah biasanya. Lalu bagaimana tradisi qurban pada Idul Adha 2020?

Tradisi pada saat Idul Adha biasanya masyarakat bergegas pergi ke masjid untuk shalat ied dan memotong hewan qurban. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat berqurban. Fakta objektif membuktikan bahwa tingkat keimanan tidak tergerus walaupun musibah ini melanda. Berqurban lebih kepada wujud totalitas ketaatan kepada Allah SWT Sang Pencipta Alam Semesta dan segala isinya, Tuhan Yang Maha Esa.

Beberapa masjid memiliki aturan shalat ied seperti izin yang diberikan hanya kepada laki-laki yang dapat menjalankan ied di masjid, sedangkan perempuan disarankan di rumah. Disarankan juga bagi warga yang hendak melakukan shalat hendak sudah berwudhu dari rumah dan membawa peralatan shalatnya terutama sajadah masing-masing.

Dalil qurban yang pertama adalah QS. Al-Kautsar ayat 2: Artinya: “Maka kerjakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”

Jumlah hewan qurban di tahun 2020 atau 1441 H tidak lebih sedikit dibanding tahun lalu di daerah tempat tinggal penulis. Pemerintah juga membuat kebijakan bahwa yang bertugas menyembelih hewan qurban harus dalam kondisi aman, sehat, dan terhindar dari virus corona. Para pengunjung masjid dengan jumlah yang dibatasi tetap menjaga jarak, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan.

Hal tersebut  menunjukkan bahwa pandemi ini boleh saja menjadi masalah di segala sisi kehidupan namun perkara kualitas keimanan di dalam diri kita tidak boleh terganggu . Qurban pada dasarnya adalah wujud rasa syukur kehadirat Allah SWT atas kegala nikmat karunia kehidupan.

Penulis: Safina Diani Handayani Editor: Meta Nur Ayu