Webinar dengan tema “Pandemi dan Pengembangan Diri” dihadiri oleh para Dosen pengajar Sivitas Akademika. Sebagai bentuk Perkuliahan Akhir Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 Universitas Al-Azhar Indonesia. Berhasil dilaksanakan pada Jumat, 9 Juli 2021 melalui aplikasi daring Zoom Meeting.

WEBINAR SERIES: Membentuk Mental Tangguh Masa Kini di Tengah Pandemi, Generasi Millennial Wajib Peka

Dimasa pandemi COVID-19 yang kian melonjak, seluruh masyarakat berbondong-bondong mencari peluang untuk tetap bertahan sebagai upaya memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Pandemi COVID-19 memiliki dampak besar terhadap semua kalangan masyarakat. Tidak hanya dari segi kesehatan, melainkan dari segi ekonomi juga akan turut berpengaruh.

Pandemi COVID-19 seperti sebuah simalakama yang memiliki makna bahwa semua masyarakat akan terkena dampaknya dari berbagai bidang. Simalakama ini pertanda takdir yang sudah ditetapkan oleh Tuhan, Sang Pemilik Alam Semesta.

Berkaca dari situasi yang genting dikala pandemi COVID-19. Hal ini mendorong seseorang untuk menggunakan internet guna menyalurkan hobinya untuk berekspresi, berpendapat, dan berkarya. Guna mengisi kekosongan waktu rutinitas sehari-hari. Sekaligus sebagai ruang diskusi, bertukar pesan, ajang komentar, review produk, dan literasi digital.

WEBINAR SERIES: Membentuk Mental Tangguh Masa Kini di Tengah Pandemi, Generasi Millennial Wajib Peka

Walaupun ditengah pandemic membawa dampak besar kepada masyarakat, salah satu narasumber bernama Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lemhanas RI. Mengatakan bahwa terdapat nilai – nilai penting yang harus ditanamkan dalam diri generasi Millennial, yaitu keuletan, pengembangan diri, dan ketangguhan.

Kendati demikian, seorang wanita yang merintis kariernya dari nol ini juga mengingatkan kepada Generasi Millennial untuk bersikap proaktif sebagai upaya meningkatkan value dalam dirinya, yaitu terdiri dari daya kemampuan untuk tetap hidup (survivalability) dan daya kembang (growth) guna mencerdaskan suatu bangsa untuk mewujudkan cita-citanya.

“Apabila anda sudah mengenali potensi diri anda, anda sudah menemukan titik keberhasilan dalam hidup anda. Improvisasi merupakan hal terpenting dalam pengembangan karier generasi Millennial”, ujar Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni, M.P ketika dihubungi melalui Virtual Zoom Meeting.

Dilihat dari kacamata dunia pendidikan, setiap mahasiswa sudah memiliki skill dan kecerdasannya masing-masing walaupun masih berada dibangku sekolah. Untuk mengasah keterampilan ini, dibutuhkan usaha dan kerja keras lebih agar skill yang dimiliki oleh generasi Millennial dapat berkembang. Keterampilan ini disebut upskilling dan reskilling sebagai modal awal generasi muda untuk menggapai cita-cita.

“Kita tidak bisa mendapatkan semangat dari orang lain. Yang bisa mendorong kita untuk lebih bersemangat dan membawa perubahan diri kita menjadi lebih baik hanyalah diri kita sendiri. Sebagai seorang mahasiswa, digenerasi emas saat ini, harus menjadi pribadi tangguh, pekerja keras, ulet, dan pantang menyerah. Orang sukses selalu mengalami jatuh bangun melalui pengalaman hidupnya untuk sampai di titik keberhasilan dalam hidupnya” katanya.

Selain itu, beliau menambahkan agar seluruh masyarakat tidak skeptis terhadap strategi (peluang) usaha diera pandemi yang kian melonjak. Semua elemen masyarakat terutama generasi Millennial, dituntut untuk bisa peka melihat peluang dan memanfaatkan kesempatan yang ada selama COVID-19. Sebagai bentuk persiapan terbaik ketika dihadapkan dengan berbagai macam tantangan dikala pandemi yang tak kunjung usai.

Caranya dengan memanfaatkan teknologi dalam strategi bisnis. Yaitu dengan promosi menggunakan sosial media, menggunakan e-commerce untuk menjual dan meningkatkan produk penjualan. Mengetahui perilaku konsumen, mengutamakan kepuasan pelanggan, bermanfaat bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan nasional.

Penulis: Bella Alfiyanti Editor: Nur Endah Widowati