Seorang atlet sepeda asal Malaysia, Azizulhasni Awang menggunakan sepeda seharga Rp 1 Miliar lebih pada olimpiade Tokyo 2020. Tidak hanya mahal, sepeda WX-R Vorteq juga sangat canggih karena menggunakan simulasi kompuer, FEA (Finite Element Fluid Dynamics), dan CFD (Computational Fluid Dynamics).

Canggih! Azizulhasni Pakai Sepeda Seharga Lebih Dari Rp. 1 Milyar

Sumber Foto : nst.com

Pada olimpiade Tokyo 2020 lalu, atlet sepeda kenamaan negeri Jiran ini diperkirakan memakai salah satu sepeda termahal di dunia. Sepeda itu menjadi alatnya bertanding dan membuat Azizulhasni memboyong medali perak untuk negaranya.

Dilansir dari worldofbuzz.com, sepeda tersebut menggunakan teknologi canggih dan digunakan oleh “Pocket Racketman” menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial. Pada 08 Agustus 2021 kemarin, Richard Kerd, seorang antusias teknologi di Malaysia membagikan uraian tentang sepeda tersebut. Ia mengatakan sepeda tersebut seharga Rp1 Miliar lebih dan digadang-gadang sebagai salah satu sepeda termahal di dunia.

Sepeda yang dikembangkan oleh Oxon Inggris ini, memiliki sadel yang full karbon, stang dan batang yang sudah terintegrasi. Stang yang dimiliki sepeda ini dikembangakan oleh simulasi kompuer, FEA (Finite Element Fluid Dynamics) dan CFD (Computational Fluid Dynamics). Keseimbangannya tidak diragukan lagi karena sudah pernah diuji coba dengan hambatan aerodinamis dan bobot yang rendah. Kualitas tinggi ini yang dimiliki WX-R Vorteq ini memang sudah disesuai untuk kebutuhan tingkat kejuaraan dunia.

Canggih! Azizulhasni Pakai Sepeda Seharga Lebih Dari Rp. 1 Miliar

Sumber Foto : MainSepeda.com

Velg palangnya mempunyai lebar 30 cm dan tempat peganggan pengendara sudah pada aerodinamis tertinggi. Lebar palangnya  30cm dan panjang pegangan pendek menempatkan tangan pengendara pada posisi aerodinamis tertinggi. Sepeda WX-R Vorteq lahir dan dikembangkan dengan Vorteq, sebuah perusahaan penelitian dan pengembangan yang berbasis di Silverstone, Inggris dan berspesialisasi dalam aerodinamika olahraga. Sehingga kualitasnya sudah tidak diragukan dan sudah sama seperti sepeda asal Jerman, Inggris, dan Belanda.

Netizen juga berkomentar mengenai harga sepeda tersebut, “Sepeda itu sangat bagus dan dikendarai oleh pesepeda handal yang kompeten, disiplin, dan pekerja keras.” Ujar salah satu netizen.

Pada sebuah interview bersama Astro Arena, Azizul menjelaskan bahwa itu semua bermula dari penampilannya di olimpiade London 2012. Melihat sepeda yang digunakan Inggris dan Jerman sangat canggih, Malaysia mencoba untuk membuat yang serupa. Menurut Azizul, harga tersebut pantas untuk sepeda canggih yang digunakan karena kualitasnya sangat memuaskan dan sangat membantunya di arena perlombaan.

Penulis: Delfina Rahmadhani Editor: Siti Masitoh