Film anime yang berjudul The Journey (Journey: Taiko Arabia Hantо̄ de no Kiseki to Tatakai no Monogatari) merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan media Arab Manga Productions dan Toei Animation. Film yang berdurasi 1 jam 50 menit ini menggunakan cerita berlatar sejarah Jazirah Arab dengan tokoh utama seorang pria pembuat tembikar.

Film Anime The Journey : Bukti Nyata Kebesaran Allah
Sumber Foto : Pikiranrakyat.com

Dilansir dari laman AnimeNewsNetwork, Manga Productions merupakan anak perusahaan dari Prince Mohammed bin Salman Foundation atau dikenal juga sebagai MiSK. Perusahaan tersebut juga diberi nama oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman dari Arab Saudi. Film ini disutradarai oleh Shizuno Kobun dan pembuatan filmnya membutuhkan waktu dua setengah tahun.

Film yang dikemas dengan memadukan goresan kartun manga Jepang dan cerita Arab ini mengisahkan tentang perjuangan seorang pria bernama Aws beserta penduduk Mekah yang berusaha melindungi Ka’bah dari serangan pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah.

The Jouney tidak hanya berfokus pada cerita bagaimana penduduk Mekah melawan pasukan gajah. Namun, kisah-kisah Islam dari mukjizat para Nabi Allah juga diselipkan. Saat mereka merasa takut dan gelisah menghadapi musuh, para tokoh film ini selalu mengingat kisah-kisah pendahulu mereka. Seperti kisah dari mukjizat Nabi Nuh, kisah Rahel dengan mukjizat Nabi Musa yang membelah lautan, dan lainnya.

Kisah-kisah mukjizat itulah yang membuat mereka kembali bersemangat dan percaya bahwa Allah akan membantu mereka untuk mengalahkan pasukan gajah. Dalam peperangan duel yang dilakukan perwakilan dari keduanya dimenangkan oleh pasukan penduduk Mekah. Namun, Abrahah yang licik tidak mau mengakui kekalahannya.

Film Anime The Journey : Bukti Nyata Kebesaran Allah
Sumber Foto: ggwp.id

Perang kemudian dilanjutkan, Aws dan temannya yang bernama Zurara berhasil membunuh salah satu gajah milik Abrahah. Hal itu membuat Abrahah semakin kesal dan akhirnya ia memutuskan untuk turun langsung melawan Aws menggunakan gajah terbesarnya. Serangan dari Abrahah ternyata berhasil membuat Aws terluka. Para pejuang Mekah yang masih hidup akan mereka eksekusi menggunakan gajah-gajah yang Abrahah miliki.

Abrahah memberi pilihan kepada Aws, jika ia mengaku kalah maka nyawanya akan selamat. Masih dengan pendirian kuatnya, Aws sama sekali tidak mau mengatakan bahwa pejuang Mekah kalah. Ia malah terus memberi peringatan kepada Abrahah. Kemudian Abrahah semakin marah dan mengutus gajah terbesarnya yang ia beri nama Mahmud untuk mengeksekusi Aws.

Mahmud mulai mengangkat kaki besarnya untuk menginjak Aws, tetapi secara tiba-tiba gajah itu mundur. Bahkan gajah-gajah lainnya pun tiba-tiba menentang perintah pasukan Abrahah dan membatalkan eksekusi. Kemudian gajah-gajah itu tunduk dan mulai berlutut menghadap arah yang sama. Ternyata mereka menunduk ke arah Mekah.

Dari arah sana muncul banyak sekali burung dengan membawa batu yang kemudian dilemparkan ke pasukan gajah tersebut hingga mereka lenyap. Pada saat itu Abrahah belum mati, ia terus mengejar Aws dan ingin membunuhnya. Ia merasa hebat karena mukjizat Allah pun tidak bisa mengenainya. Padahal hanya butuh waktu sebentar dia mati karena ditimpa batu besar.

Burung-burung itu adalah utusan Allah yang sengaja diturunkan untuk membantu pejuang Mekah. Akhirnya penduduk Mekah menang atas kehendak Allah subhanahu wa ta’ala.

Dari kisah ini, kita belajar bahwa kekuasaan Allah itu nyata. Jangan pernah berputus asa karena Allah pasti akan memberikan bantuan kepada hamba-hambanya.

Penulis: Siti Masitoh Editor: Nur Endah Widowati