Halo sahabat deCODE! Ada berita baik nih yang datang dari salah satu organisasi di dunia. United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menobatkan kota Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia (City of Literature). Jakarta yang merupakan ibu kota negara menjadi salah satu kota metropolitan yang tidak kalah menarik dari kota-kota besar yang ada di dunia.

Badan khusus PBB yang bergerak dalam bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan ini memilih dan menetapkan Jakarta sebagai City of Literature atau Kota Sastra Dunia bersama dengan kota Vinius di Lithuania dan Gothenburg di Swedia pada 8 November 2021.

Jakarta merupakan salah satu dari 49 kota di dunia yang tergabung dalam jaringan kreatif dunia atau UNESCO Creative City Network (UCCN) tahun 2021. Adapun 7 kategori sebagai kota kreatif versi UNESCO Creative City Network antara lain kerajinan dan kesenian rakyat, kesenian media, musik, film, desain, gastronomi, dan sastra.

Bangga! Jakarta Ditetapkan sebagai City of Literature oleh UNESCO

Sumber: foto.bisnis.com

Ada beberapa hal menarik yang sahabat deCODE wajib tahu nih! Kira-kira apa saja ya hal menarik tersebut?

Pertama, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia sekaligus di Asia Tenggara yang terpilih menjadi Kota Sastra Dunia. Hal itu tentu saja mengalahkan negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan negara Asia Tenggara lainnya, sangat membanggakan, bukan?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan bahwa UNESCO menetapkan Jakarta sebagai City of Literature berdasarkan kategori sebagai kota yang memiliki sejarah panjang. Selain itu, Jakarta juga memiliki potensi untuk meningkatkan serta mengembangkan sastra dan literasi.

Bangga! Jakarta Ditetapkan sebagai City of Literature oleh UNESCO

Sumber: idntimes.com

Fakta menarik lainnya menyebutkan Jakarta ditetapkan sebagai Kota Sastra Dunia sejak periode kerajaan, kolonial awal kemerdekaan hingga saat ini. Selain itu, kota yang memiliki luas wilayah sebesar 661,5 km2 ini menjadi tuan rumah bagi 5.604 perpustakaan, 1.240 penerbit dan 30 persen dari seluruh toko buku modern Indonesia.

Pemberian gelar City of Literature dari UNESCO adalah hasil kerja panjang dengan kolaborasi banyak pihak, di antaranya pelaku perbukuan, lembaga dan organisasi literasi, serta kementerian lainnya.

Nah, itu dia beberapa fakta menarik dan alasan Jakarta ditetapkan sebagai Kota Sastra Dunia atau City of Literature oleh UNESCO.

Penulis: Muhammad Faqih Erbara Editor: Novi Nurlela