Halo, sahabat deCODE! Belakangan ini sering kali beredar kabar di berbagai media mengenai isu minyak goreng. Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok masyarakat yang terbuat dari kelapa sawit. Saat ini minyak sangat dicari, khususnya di wilayah Jakarta. Siapa sangka, salah satu bahan kebutuhan masyarakat yang saat ini mengalami kelangkaan.

Ketua Umum (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengatakan bahwa kelangkaan minyak terjadi karena adanya hambatan dalam pendistribusian serta ulah para spekulan. Banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan ini. Tidak sedikit pihak yang dirugikan atas kelangkaan minyak goreng saat ini. Pengaruh kelangkaan minyak kali ini sangat besar bagi kehidupan masyarakat. Lantas, seperti apa dampak perubahan besar yang diakibatkan oleh kelangkaan minyak? Mari kita simak artikelnya.

1. Terjadinya Panic buying

Kini harga minyak goreng kembali naik, sedangkan persediaan minyak sangat terbatas. Oleh karena itu, timbulah panic buying. Panic buying disebabkan karena banyak masyarakat yang takut kehabisan minyak goreng. Sebagian orang secara tidak sadar melakukan hal tersebut, mereka khawatir tidak dapat memasak seperti biasanya. Orang yang terkena panic buying akan membeli minyak dalam jumlah yang tidak sedikit. Biasanya, para Ibu membeli banyak sekali minyak untuk persediaan bulan depan. Namun, pada hakikatnya hal tersebut tidak boleh terjadi.

2. Muncul Makanan Alternatif

Tidak kehabisan ide, para ibu-ibu kini memasak dengan mengurangi jumlah minyak. Banyak cara yang dapat dilakukan dalam memasak tanpa harus digoreng. Para ibu akan membuat berbagai macam makanan lainnya dengan cara mengukus, memanggang, menumis, merebus, dan lain-lain. Kini kita juga tidak perlu khawatir, banyak sekali tutorial memasak di Youtube atau media lainnya yang mempermudahkan kita memasak tanpa harus menggoreng menggunakan minyak.

3. Terjadinya Hambatan UMKM

Kenaikan harga minyak berimbas juga terhadap barang dan bahan lainnya. Para pedagang tentunya hilang arah, pembelian minyak juga dibatasi. Pilihannya hanya ada dua, menaikkan harga atau menurunkan kuantitas. Sebagian pedagang gorengan sudah mulai menerapkan hal tersebut. Begitu pula yang dialami oleh pedagang kerupuk. Biasanya pabrik kerupuk menggoreng menggunakan minyak lebih dari dua jerigen setiap harinya. Setelah minyak goreng dibatasi, pabrik kerupuk hanya dapat menggoreng kerupuk dua sampai tiga kali dalam seminggu dengan hanya menggunakan dua jerigen minyak.

Nah, sahabat deCODE. Itu dia dampak perubahan yang terjadi ketika minyak goreng langka. Semoga situasi ini dapat cepat teratasi dengan baik. Jangan Lupa sahabat deCODE untuk

Baca Juga : Virus Varian Terbaru, Kenali 6 Gejala Deltacron

Penulis: Feronika Laura Wulandari Editor: Muhammad Revanza