Halo, sahabat deCODE! Lebaran sebentar lagi lho tinggal hitungan hari kita akan merayakan hari raya Idul Fitri. Sebagian para pemudik telah memenuhi ruas jalan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik adalah pulang ke kampung halaman. Jelang mendekati hari raya, banyak para pemudik yang telah melaju ke kampung halaman. Tradisi ini dilakukan setelah menjalani rangkaian puasa Ramadan. Tidak heran, setiap mudik pasti macet. “Engga macet, engga mudik” begitulah kira-kira slogan para pemudik.

Namun, tradisi mudik tidak hanya di Indonesia saja. Negara-negara dunia juga ikut merayakan. Apa saja negaranya? Mari kita simak artikelnya berikut:

1. Tradisi Mudik di Malaysia

Sumber: theSundaily

Negara Malaysia memiliki istilah sendiri dalam tradisi ini, yaitu “Balek Kampung”. Sama seperti Indonesia, mereka merayakan Hari Raya dengan keluarga mereka di kampung halaman. Negara dengan mayoritas muslim tersebut melakukan mudik seminggu sebelum hari lebaran. Sebagian besar yang melakukan perjalanan merupakan para pendatang atau memiliki kampung halaman. Negara Malaysia juga merasakan macet yang parah. Tidak heran, bahwa Malaysia juga merayakan perayaan lebaran dengan sangat meriah.

2. Tradisi Mudik di China

Sumber: The telegraph

Negara China memiliki 18 juta penduduk yang memeluk agama Islam. Penduduk negara tirai bambu yang beraga islam sebagian besar tinggal di kota Xinjiang dan Yunnan. Tidak heran, kedua negara tersebut menyambut lebaran dengan sangat meriah. Tiongkok tidak hanya melakukan tradisi saat lebaran saja. Mudik dengan arus yang padat juga terjadi pada saat perayaan Imlek.

3. Perayaan Lebaran di India

Sumber: Reuters

India merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Negara ini juga memiliki perayaan lebaran yang meriah, meskipun jumlah umat muslimnya tergolong sedikit. Lebaran di negara India juga memiliki suasana yang meriah dalam perayaannya. Selain mudik lebaran, sebagian besar warga India melakukannya saat ada perayaan Dipawali. Uniknya, yang dilakukan oleh warga India lebih dominan menggunakan angkutan umum dibandingkan transportasi pribadi. mereka akan menggunakan kereta, transportasi tersebut akan lebih penuh dan sesak saat terjadi lonjakan arus saat perayaan hari raya.

Baca Juga : Berpuasa di Kanada Memakan Waktu 20 Jam

Penulis: Feronika Laura Wulandari Editor: Muhammad Revanza