Apa Yang Menyebabkan Warga Sipil Terancam Bahaya?

Pada awalnya, pasukan Ukraina menempatkan warga sipil dalam bahaya akibat membangun pangkalan dan mengoperasikan sistem senjata di daerah pemukiman setempat, termasuk sekolah dan rumah sakit saat mereka menyerang mundur invasi Rusia yang dimulai pada Februari 2022. Taktik semacam itu melanggar hukum humaniter internasional dan merugikan warga sipil karena mereka mengubah aset sipil menjadi sasaran militer.

Serangan Rusia berikutnya di daerah padat penduduk itu membunuh warga sipil dan menghancurkan infrastruktur sipil.

Rusia sudah lebih dahulu melakukan kejahatan perang, termasuk di beberapa wilayah kota Kharkiv, tidak menemukan bukti bahwa pasukan Ukraina di wilayah sipil menjadi sasaran pasukan Rusia secara ilegal. Dari April hingga Juli, Amnesty International menghabiskan beberapa minggu untuk menyelidiki serangan Rusia. Mereka mengatur pemeriksaan lokasi kejadian, saksi dan kerabat korban serangan serta melakukan penginderaan jauh dan analisis senjata.
Selama penyelidikan ini, para peneliti menemukan bukti bahwa pasukan Ukraina melancarkan serangan dari dalam daerah pemukiman dan terhadap bangunan sipil di 19 kota dan desa di daerah tersebut.

Akhirnya, Crisis Evidence Lab menganalisis citra satelit untuk lebih menguatkan beberapa insiden ini. Sebagian besar daerah pemukiman di mana pasukan tentara ditempatkan beberapa kilometer dari garis terdepan. Sediakan alternatif sesuai yang tidak akan membahayakan warga sipil seperti pangkalan militer terdekat atau kawasan hutan lebat beserta bangunan lain yang jauh dari kawasan pemukiman.

Pihak yang selamat dan saksi dari serangan Rusia menyampaikan bahwa pasukan Ukraina beroperasi di dekat rumah mereka pada saat melakukan penyerangan.

Hukum humaniter internasional mewajibkan semua pihak yang berkonflik untuk sekuat mungkin menghindari penempatan sasaran militer di atau dekat daerah berpenduduk. Warga sipil wajib dilindungi dari dampak serangan termasuk menjauhkan warga sipil dari sasaran militer dan memberikan peringatan efektif terhadap serangan yang dapat mempengaruhi warga sipil.

Militer Ukraina dalam mencari sasaran militer di dalam daerah penduduk sama sekali tidak membenarkan serangan Rusia. Semua pihak dalam konflik harus membedakan antara sasaran militer dan objek sipil. Tiap pihak harus mengambil semua tindakan pencegahan yang tepat, termasuk pemilihan senjata, untuk mengurangi korban warga sipil. Serangan tanpa pandang bulu yang membunuh atau melukai warga sipil atau merusak properti sipil termasuk kejahatan perang.

Maka, Apa Yang Harus Dilakukan Pemerintah Ukraina?

Jadi, pemerintah Ukraina harus memastikan bahwa warga sipil dievakuasi dari daerah militer aktif. Militer tidak boleh menggunakan rumah sakit terkait perang dan hanya dapat menggunakan sekolah atau rumah sipil sebagai upaya terakhir.

Penulis: Davina Raffalia Rose Editor:Ferrell Sahlah