Halo sahabat deCODE! Apakah kamu tahu? Makanan yang sehat adalah makanan yang mengandung gizi seimbang. Sebagai mahasiswa, kalian tentu memiliki aktivitas yang sangat padat. Mulai dari perkuliahan hingga kegiatan diluar perkuliahan lainnya yang menguras energi.

Dengan segala kesibukan pada kegiatan perkuliahan, organisasi, maupun kegiatan lainnya, seringkali membuat mahasiswa memiliki jam makan yang kadang tidak teratur. Padahal asupan gizi dari makanan yang dimakan akan memberikan energi yang cukup untuk beraktivitas.

Disamping itu, selain banyaknya aktivitas yang dilakukan, seringkali makanan yang dikonsumsi oleh kalian menyimpang karena pemilihan makanan terkadang dipengaruhi oleh teman. Selain itu, kendala kalian dalam pemenuhan asupan gizi yang seimbang salah satunya adalah keterbatasan uang saku.

Fenomena pola makan mahasiswa saat ini adalah lebih memilih fastfood atau makanan cepat saji, sehingga tubuh kurang mendapatkan asupan makanan yang mengandung serat. Konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran pun kadang bukan menjadi prioritas utama dalam pemenuhan asupan gizi yang seimbang.

Jika terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, maka cenderung kekurangan asupan zat gizi dalam tubuh yang mengakibatkan terjadinya kekurangan gizi. Kurangnya gizi pada mahasiswa dapat mengakibatkan pertumbuhan menjadi lambat, daya tahan tubuh rendah, tingkat kecerdasan dan produktivitas menjadi rendah.

Pemenuhan gizi seimbang bukanlah hal mudah bagi mahasiswa. Padahal kebutuhan gizi yang terpenuhi dengan baik akan membuat orang lebih memiliki perhatian dan kemampuan untuk belajar lebih mudah. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa harus memerhatikan pola makan dari aspek jenis makanan yang dikonsumsi.

Jika tidak memeroleh gizi yang cukup, maka orang cenderung lebih rentan terhadap kondisi paru-paru yang dibawah normal seperti sakit asma, batuk, dan sesak nafas. Dengan menerapkan pola makan yang baik, maka dapat mencapai status gizi baik guna untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Untuk mencapai asupan gizi yang seimbang, maka ada beberapa cara yang bisa diterapkan oleh mahasiswa. Diantaranya yaitu :

1. Mengonsumsi Sayuran dan Buah-Buahan yang Cukup

Buah dan sayur memiliki banyak kandungan nutrisi atau zat kimia lain yang memiliki manfaat untuk menopang kesehatan tubuh. Konsumsi buah dan sayuran setiap hari juga sangat dianjurkan untuk menjaga kesimbangan gizi. Selain banyak mengandung serat, buah dan sayur juga mengandung vitamin dan mineral. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, kita dianjurkan untuk mengkonsumsi 5 porsi buah dan sayur setiap hari.

2. Mengonsumsi Makanan yang Kaya akan Sumber Protein

Mengonsumsi makanan yang kaya akan sumber protein diperlukan untuk tubuh sebagai zat pembangun yang membantu pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan sel dalam tubuh. Sumber protein dibedakan menjadi lauk nabati seperti tahu dan tempe, serta lauk hewani seperti daging dan ikan. Porsi makanan sumber protein yang dianjurkan adalah 2-4 porsi dalam sehari.

3. Mengonsumsi Makanan Sumber Karbohidrat

Makanan sumber karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama dalam tubuh. Porsi makanan sumber  karbohidrat  yang dianjurkan yaitu 3-4 porsi per hari. Sedangkan makanan pokok selain nasi dapat dikonsumsi sebagai sumber energi dalam tubuh seperti jagung, sereal dan umbi-umbian.

4. Mengonsumsi Pangan Manis Secukupnya

Sumber pangan manis umumnya berasal dari gula yang ditambahkan dalam makanan. Apakah kalian tahu? Pemberian gula dalam makanan dibatasi hanya 4 sendok makan dalam sehari lho!

5. Mengonsumsi Pangan Asin Secukupnya

Pangan asin diberikan dengan menambahkan garam dalam makanan merupakan salah satu penyebab penyakit hipertensi. Pemberian garam dibatasi hanya 1 sendok teh saja dalam sehari.

6. Berhenti Mengonsumsi Rokok

Nikotin dalam rokok dapat menekan selera makan, sehingga memicu perubahan perilaku yang mendorong perokok untuk mengurangi porsi makan. Merokok juga dapat menyebabkan status gizi buruk, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih. Oleh karena itu, sudah seharusnya generasi masa kini menjauhkan diri dari rokok demi tercapainya pola hidup yang sehat dan status gizi yang lebih baik.

7. Mengurangi Makanan yang Berlemak

Lemak dapat membuat makanan terasa lebih baik di mulut dan lidah. Namun jika terlalu banyak mengkonsumsi lemak, tubuh akan merasakan tidak nyaman seperti rasa terlalu kenyang, karena makanan yang mengandung lemak dapat memakan waktu lebih lama dalam pencernaan. Mengonsumsi lemak dalam porsi yang banyak dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Cara terbaik untuk menyeimbangkan asupan lemak adalah memilih makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal seperti minyak zaitun atau minyak kacang lainnya.

8. Membiasakan Diri untuk Selalu Sarapan Pagi

Sarapan adalah kegiatan makan dan minum yang dilakukan antara bangun pagi sampai pukul 09:00 WIB untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi) dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif. Sarapan pagi dapat meningkatkan stamina, kemampuan daya ingat yang lebih baik, konsentrasi belajar, dan perasaan nyaman saat sedang melakukan aktifitas. Dengan rutin melakukan sarapan maka seseorang jarang sakit kepala, telinga, dan gangguan pencernaan.

9. Membiasakan Minum Air Putih yang Cukup

Air merupakan salah satu zat gizi makro esensial, yang berarti bahwa air dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang banyak untuk hidup sehat, dan tubuh tidak dapat memproduksi air untuk memenuhi kebutuhan. Selain itu, manfaat air putih sangat penting bagi kehidupan manusia. Bahkan, dapat disamakan dengan kebutuhan tubuh terhadap zat gizi dan vitamin yang dibutuhkan tubuh. Perlunya manusia mengonsumsi air sebanyak 2 liter sehari adalah untuk menggantikan cairan di tubuh yang hilang melalui air seni, keringat dan saluran pernapasan.

10. Cuci Tangan Pakai Sabun dengan Air yang Mengalir

Tangan merupakan media yang paling mudah untuk penularan bibit penyakit dan bakteri. Melalui tangan, kuman dan bakteri tersebut bisa menyebar ke seluruh tubuh seperti hidung, mulut dan lainnya. Dengan mencucinya menggunakan air bersih serta sabun, kuman yang hinggap di tangan maupun sela-sela jari bisa diminimalisir. Syarat mencuci tangan yang baik yaitu dengan menggunakan air bersih dan sabun yang bisa membasmi kuman.

11. Mengamati Label Makanan Kemasan

Membaca label makanan kemasan berfungsi untuk menjaga keamanan makanan yang dikonsumsi meliputi tanggal kadaluarsa makanan tersebut, nilai gizi makanan, komposisi makanan yang mengandung zat berbahaya untuk dikonsumsi maupun yang aman dikonsumsi.

12. Rutin Melakukan Olahraga

Rutin berolahraga minimal 15 menit sehari juga merupakan perilaku hidup sehat yang terdapat pada prinsip gizi seimbang untuk menjaga kebugaran fisik.

Kegiatan yang dijalankan sehari-hari bukan menjadi suatu alasan untuk senantiasa menjaga asupan gizi para mahasiswa agar selalu seimbang. Mulai saat ini, yuk, mulai kita  ubah pola makan yang lebih sehat dan tentunya hindari pola hidup yang tidak sehat, karena sehat itu mahal harganya.

Reporter: Sherly Ayu Ravenika | Editor: Nadhira Aliya & Galih Perdana