Cinta itu..

Jika berbicara mengenai cinta, terlalu banyak perumpamaan yang bisa kita buat.

Seperti,

Pelangi. Awalnya akan ada badai yang disusul dengan hujan lebat dan tidak jarang sang petir ikut memperkeruh suasana tersebut. Membuat semuanya menjadi mengerikan. Tetapi, setelah semua hal mengerikan tersebut menghilang, dimana sang mentari dapat kembali bersinar maka pelangi pun muncul menampakkan keindahan dari setiap warna yang ia punya. Setelah badai hujan, sang pelangi muncul menampakkan keindahannya. Pelangi menunjukkan bahwa walaupun awalnya buruk, namun bisa saja akhirnya akan indah. Seperti pelangi yang muncul setelah badai.

Dan juga seperti,

Matahari dan Bulan. Dimana, sang matahari tidak pernah bisa berdampingan dengan sang bulan. Ia hanya bisa membantu sang bulan dari belakang dan menatapnya dari kejauhan. Walaupun sang matahari sangat ingin seperti sang bintang yang dapat mendampingi bulan di langit malam, ia tahu bahwa hal tersebut adalah sebuah ketidakmungkinan yang tidak akan pernah bisa terjadi. Sang matahari hanya bisa berpuas diri dengan apa yang selama ini telah terjadi.

Tetapi, cinta juga bisa seperti,

Kopi. Kopi hanya memiliki satu rasa, yaitu pahit. Tetapi, jika kopi tersebut diber susu maka susu itu akan membuat kopi tersebut memiliki sisi manis. Dimana, hal tersebut dapat membuat kopi dan susu itu bersatu dan membuat rasa khasnya sendiri dan dapat membuat orang lain tersenyum dengan rasa tersebut. Namun, jika takaran susu yang kita berikan tidak sesuai, susu itu akan membuat kopi tersebut menjadi terlalu manis dan membuat kita tidak ingin lagi mencicipinya. Jika tidak ditambahkan pahit, jika ditambahkan namun tidak sesuai akan membuat kita merasa enek. Membingungkan bukan?

Cinta itu memiliki banyak rasa.

Tergantung bagaimana kondisi kita ketika cinta tersebut menghampiri. Bisa saja ia datang di waktu yang tepat dan membuat kita merasakan manisnya cinta. Tetapi, ia juga bisa datang di waktu yang salah ataupun terlambat sehingga membuat kita merasakan sisi pahitnya.

By: Jingga