Hari ini tepat pada 23 April kita memperingati Hari Buku Sedunia. Namun sangat disayangkan, saat ini minat baca orang Indonesia sangat memprihatinkan. Sekarang kita berada pada kondisi dimana minat baca orang Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara.

Studi ini dilakukan oleh Central Connecticut State University bernama Most Littered Nation In the World” pada Maret 2016 silam. Mereka menyatakan bahwa Indonesia menduduki posisi di antara negara Thailand dan negara Bostwana dalam hal minat baca dan literasi.

Membaca Buku di Kereta Menjadi Lebih Menyenangkan Lewat Acara KeREADta

Briefing acara KeREADta | Foto oleh Melinda Nurifkha

Oleh karena itu, kali ini deCODE ingin membahas sebuah acara yang dilakukan oleh salah satu komunitas minat baca di Indonesia bernama Taman Baca Inovator yang mengusung sebuah ide untuk meningkatkan minat baca di Indonesia dengan acara Flashmob baca buku di Kereta Commuter Line dengan nama keREADta yang diikuti oleh para relawan yang bergabung di Indorelawan.

Acara ini dilaksanakan pada 22 April 2018, yang berdekatan dengan hari buku dunia yang bertepatan pada 23 April. Acara ini juga telah dilaksanakan di tahun 2017 silam dan akan dilakukan setiap tahunnya. Sebenarnya para pendaftar yang bergabung acara Flashmob baca buku di Kereta ini sekitar 1000 lebih pendaftar. Namun mereka disaring lagi menjadi hanya 400 orang. Peserta yang telah tersaring kemudian mengikuti briefing.

Membaca Buku di Kereta Menjadi Lebih Menyenangkan Lewat Acara KeREADta

Materi Do and Don’t | Foto Oleh Melinda Nurifkha

Briefing dilaksanakan seminggu sebelum acara berlangsung, para relawan di jelaskan akan peraturan apa saja yang harus dipatuhi selama acara Flashmob berlangsung. Para relawan diajarkan bagaimana menyapa para penumpang dan mengatakan mereka untuk membaca buku. Pada briefing ini, relawan juga harus mengisi kelas yang mereka inginkan masing-masing. Kelas-kelas yang di tawarkan adalah kelas literasi, kelas jurnalistik, kelas novel, kelas blog, dan kelas puisi. Selain itu, para relawan juga diarahkan untuk membawa buku untuk disumbangkan.

Pada hari H, para relawan berkumpul di titik kumpul keberangkatan mereka yaitu di Stasiun Jakarta Kota pada jam 7.30 WIB untuk melakukan registrasi terlebih dahulu. Lalu berkumpul dengan teman-teman kelompok gerbong mereka masing-masing. Pada jam 10.00 WIB para relawan diarahkan menuju gerbong mereka masing-masing dan mulai membaca buku sampai Stasiun Universitas Indonesia.

Membaca Buku di Kereta Menjadi Lebih Menyenangkan Lewat Acara KeREADta

Relawan berkumpul dengan kelompok gerbong masing-masing | Foto oleh Melinda Nurifkha

Disini para relawan sangat dilarang untuk memainkan gadget ataupun mengobrol dengan sesama relawan, hal ini dikarenakan para relawan harus melaksanakan tugas mereka untuk mengkampanyekan acara KeREADta ini kepada setiap penumpang dan menjelaskan kalau keesokan harinya adalah hari buku sedunia sekaligus memberikan para penumpang sebuah stiker dari KeREADta.

Sesampainya di Stasiun Universitas Indonesia, para relawan di arahkan menuju Gedung UI untuk ISOMA sampai jam 13.15 WIB lalu melakukan registrasi sesuai kelas yang sudah dipilih dan mengikuti kelas. Saat kelas berlangsung, para relawan mendapatkan masing-masing voucher khusus untuk membeli buku dari bukubule.

Setiap para relawan yang berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh panitia akan mendapat sebuah buku dari Penerbit Haru dan setelah kelas berakhir para relawan berkesempatan untuk menandatangani Banner yang telah disediakan di lantai dasar.

Nah, bagaimana sahabat deCODE? Berminat untuk bergabung di acara KeREADta ini? Kalian bisa mengikutinya di tahun depan loh sahabat deCODE. Acara ini sangat bermanfaat dan dapat membantu meningkatkan minat baca orang Indonesia.

Ayo jadikan kereta sebagai tempat yang menyenangkan untuk membaca! Ayo Membaca! Salam Literasi!

Reporter & Photographer: Melinda Nurifkha Narmila | Editor: Galih Perdana