Universitas Al Azhar Indonesia sedang berkabung. Kabar duka datang pada Senin, 19 November 2018. Sore itu tanpa diduga rekan sekuriti Abdul Majid bin. H. Muroh atau yang sering kita kenal sebagai Pak Majid, menutup usia saat usianya menginjak 48 tahun. Kabar ini sangat mengejutkan dan tentu sebagian merasa kehilangan sosok yang sudah bertahun-tahun menjaga keamanan di kampus biru ini.

Pasalnya, almarhum tak hanya dikenal dekat oleh rekan-rekan seprofesinya, mahasiswa maupun civitas UAI sangat mengenal baik sosok Pak Majid. Tak terkecuali bagi Nuryanto (rekan satu profesi almarhum yang juga bersama almarhum saat UAI dibangun), dengan mata berkaca-kaca beliau bercerita kepada Reporter deCODE mengenai penyebab meninggalnya almarhum.

Al Azhar Berduka, Sosok Pak Majid di Mata Rekan-Rekannya

Foto oleh: Creative Design deCODE Magazine

Diketahui seminggu sebelumnya Pak Majid dirawat di rumah sakit akibat penyempitan pembuluh darah ke jantung. Beberapa hari setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Nuryanto menjenguk di kediamannya dan melihat kondisi Pak Majid yang dalam proses pemulihan. Namun untuk bernapas masih sakit. Untuk itu beliau mengajukan cuti selama 6 hari.

Namun takdir berkata lain, sekitar pukul 15:00 WIB pada Senin sore kemarin Pak Majid meninggal dunia akibat terjatuh di dalam kamar mandi. Hal ini begitu mengejutkan, karena menurut sumber Pak Majid tidak dinyatakan mengidap sakit jantung setiap kali pengecekan kesehatan yang rutin dilakukan Universitas Al Azhar Indonesia kepada staf dan pekerjanya.

“Sebenarnya yang pasti sih, takdir ya. Tapi, saya telusuri dari pihak keluarga tentang penyebab pasti meninggalnya karena jatuh dalam kamar mandi. Saat itu, di rumah hanya ada almarhum dan pekerja di rumahnya. Menurut pekerja di rumah, almarhum sudah masuk kamar dari pukul 2 siang. Namun ternyata almarhum tidak berada di kamar tidurnya, melainkan sedang terbujur dalam posisi duduk dengan napas mulai berat di kamar mandi, ketika ditemukan oleh anaknya yang baru pulang sekolah sekitar pukul setengah 3. Kemudian oleh keluarga di bawa ke klinik dan dinyatakan meninggal.” Ungkap Nuryanto saat menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Reporter deCODE.

Saat ditanyai mengenai hubungan antara Pak Majid dengan rekan sekuriti lainnya. Nuryanto berkata bahwa mereka sangat dekat dan Pak Majid adalah sosok pribadi baik, sehingga disukai oleh banyak orang. Tak hanya baik, sosok yang sudah bekerja sejak UAI baru dibangun ini pun terkenal supel, humoris dan sering diminta sebagai pembaca doa untuk pembukaan acara perkumpulan para sekuriti YPI Al Azhar.

“Kalau dibilang dekat ya dekat banget. Dan di grup perkumpulan sekuriti YPI Al Azhar pun kadang dia suka menguyon, saat beliau masuk rumah sakit dan ngirimin foto pun sempat kami bercandai kalau itu foto lama.” Tutur Nuryanto.

Kini sudah tak ada lagi canda tawa beliau saat kita melewati lobby. Semoga setiap usaha dan kebaikan yang dilakukan oleh almarhum untuk rekan-rekan UAI menjadi amalan besar yang dapat membantunya di akhirat kelak. Aamiin.

Reporter: Nada Salsabila Editor: Novia Aprilia Hermawan