UKKM Jam’iatul Quro’ Wal Huffadz atau biasa disingkat JQH berhasil memberikan cahaya bagi Universitas Al Azhar Indonesia karena mengangkat unsur Al – Qur’an kedalam agenda kegiatan pertamanya yang digelar pada 26 November 2018 kemarin.

Dengan mengadakan seminar dan talkshow bertajuk “Menjadi Pahlawan dengan Al – Qur’an” UKKM yang baru berkembang lagi setelah mati suri ini ingin menunjukan bahwa ditengah kemunduran pemuda muslim akibat dibuatakan oleh dunia, masih ada pemuda  yang mencintai syariat islam dan mau berjuang untuk memuliakan Al – Qur’an.

JQH Sukses Menggelar Seminar Bertajuk Al - Qur'an

Foto: Dokumen Pribadi JQH

Acara ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al – Qur’an yang syahdu dan juga beberapa sambutan dari pihak penyelenggara. Dalam sambutannya, Hakamsyah selaku Pembina UKKM JQH juga memberikan motivasi kepada para audience yang hadir.  Beliau berpesan untuk selalu dekat dengan Al – Qur’an yang merupakan modal besar bagi masa depan. Jadi, jadikanlah Al – Qur’an sebagai petunjuk disetiap langkah dalam kehidupan.

Acara yang berlangsung di Auditorium Arifin Panigoro ini dibagi menjadi dua segmen, yakni sesi Seminar yang diisi oleh dosen Hubungan Internasional dan diplomat, Yasmi Adriansyah S.I.P M.Si dan sesi talkshow yang diisi oleh Pelatih Qur’an sekaligus Duta Quran Internasional, Usaid Fatahurrahman bersama Pelatih Muda Nasional, Rizal Wahid.

JQH Sukses Menggelar Seminar Bertajuk Al - Qur'an

Foto: Dokumen Pribadi JQH

Sesi seminar yang mengawali rangkaian inti acara mengusung tema mengenai ”Semangat Nasionalisme dengan Al – Qur’an”. Dalam paparan materi singkatnya, pembicara membagikan kisah ketika ia sedang menjalani tugas sebagai diplomat dinegara-negara yang kaum muslim menjadi bagian dari minoritas. Yasmi yang pernah bekerja menjadi mediator Internasional di negara seperti Kenya, Swiss dan Australia, membagikan kisahnya mengenai muslim disana.

“Kebersamaan umat muslim dinegara yang menjadikannya sebagai minoritas itu sangat luar biasa, begitu erat dan tanpa sekat. ‘You are muslim and I’m Muslim, so we are brothers. whether you from Indonesia, whether you from Kenya or whether you from Africa It’s fine, we still brothers’ sangat luar biasa. Internasionalisme nya sangat berasa.  ” ucap Yasmi sambil mengenang.

Selain itu Yasmi juga membagikan kisahnya mengenai muslim dari Somalia yang hijrah ke Kenya. Ia menyebut bahwa muslim dari Somalia adalah Al-Qur’an berjalan. Mereka memiliki hafalan yang luar biasa. Ketika sholat berjamaah dan imam membacakan satu juz tapi kemudian salah membaca, yang mengoreksinya banyak. Jadi bisa dikatakan hafidz Qur’an di Afrika itu juga banyak.

JQH Sukses Menggelar Seminar Bertajuk Al - Qur'an

Foto: Dokumen Pribadi JQH

Kemudian, di sesi terakhir ada Talkshow yang mengangkat tema “Al – Qur’an untuk Membangun Bangsa”. Dengan menghadirkan pembicara Usaid Fatahurrahman dan Rizal Wahid, dan juga dimoderatori oleh Tabroni, Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia jurusan Hubungan Internasional 2017. Sesi ini berfokus untuk memberikan motivasi kepada audience agar selalu mengingat Al – Qur’an di kehidupan sehari-hari.  Para pembicara memberikan catatan-catatan yang begitu menyentuh hati bagaimana cara untuk selalu mengingat Alqur’an.

Dari sahabat Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu ‘anhu : Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :  “Bacalah oleh kalian Al-Qur`an. Karena ia (Al-Qur`an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang rajin membacanya.” [HR. Muslim 804]

Sahabat deCODE, Al – Quran adalah satu-satunya buku di mana Sang Penulis jatuh cinta kepada pembaca.  Jadi, memuliakan Al – Qur’an itu bukan hanya kewajiban tapi juga keharusan.  Sebuah hati tanpa alquran didalamnya itu ibarat kapal tanpa kompas. Ketika kalian menjadikan alquran sebagai panduan, maka kalian tidak akan pernah kehilangan arah.

Mengutip sebuah kalimat yang dikatakan oleh ketua pelaksana acara dalam sambutannya, ia mengatakan,

“You don’t need a superpower to be a superhero. All you need is Alqur’an to be a real hero”

Reporter: Nia Aulia Editor: Novia Aprilia Hermawan