Apa yang kamu lakukan saat malam minggu tiba? Nonton bareng ke bioskop sama pacar? Atau cuma sekedar jalan-jalan saja bareng teman dan keluarga?

Malam minggu kemarin Reporter deCODE mendatangi salah satu konser musik yang bertempat di Kuningan City, lho! Yup! Time To Fest diselenggarakan pada tanggal 02 Maret 2019, acara musik ini berlangsung meriah dan seru banget!!! Yuk intip keseruannya, sahabat deCODE.

Menjelajah Waktu Bersama Time To Fest
Sumber Foto: Dion Krisdwiyan

Acara musik yang mengusung tema “Millennial Pop Culture” ini menyuguhkan nuansa 70’s, 80’s, serta 90’s. Kita bisa sedikit bernostalgia dengan barang-barang antik, poster band zaman dahulu, serta ada mainan sewaktu kita kecil dulu! Pokoknya seru dan sangat aesthetic banget deh.

Meski baru pertama kali digelar, acara yang diramaikan oleh band Irama Pantai Selatan, The Panturas, Feast, Reality Club, serta Naif mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari penonton. Hal ini terbukti dari banyaknya pengunjung yang datang sekitar 3000 orang. Tak ketinggalan, acara yang dipandu oleh Habibie Tektok ini sukses membawa suasana semakin pecah.

Waktu semakin larut, Naif band yang sangat ditunggu-tunggu akhirnya tampil sebagai penutup di penghujung acara Time To Fest dengan membawakan lagu Air dan Api, Benci untuk mencinta, Posesif,  Piknik72, Aku Rela, Karena kamu Cuma satu, dan Mobil Balap.

“Aku tak tahu apa yang terjadi, antara aku dan kau” lirik magis dari Naif, terdengar sangat apik dinyanyikan bersama para penonton yang memeriahkan Ballroom Kuningan City malam itu, yang pasti memiliki cerita tersendiri dari lirik ini.

Menjelajah Waktu Bersama Time To Fest
Sumber Foto: Dion Krisdwiyana

Dibalik kesuksesan sebuah acara, pasti kita tahu ada banyak panitia hebat yang terlibat di belakangnya. Zainal Arifin selaku panitia Time To Fest membagikan sedikit kisah dibalik kesuksesan acara tersebut, ia mengatakan acara ini dibuat berawal dari obrolan ringan bersama anak-anak FISIP UAI, yang juga ingin membuat event organizer (EO) seperti kampus lainnya.

Persiapan acara ini dilakukan selama 7-8 bulan. Pengumpulan dana untuk acara ini dilakukan dengan berbagai cara mulai dari nyadan, donatur, sponsorship dan sebagainya.

Namun acara ini pun memiliki kendala yaitu banyak panitia yang mengundurkan diri. Zainal mengatakan bahwa ini adalah acara pertama, jadi mungkin mereka belum siap secara mental karena acara ini tak cuma membutuhkan usaha, namun juga menguras tenaga dan juga dompet. 

Menjelajah Waktu Bersama Time To Fest
Sumber Foto: Dion Krisdwiyan

Seluruh panitia acara ini juga berasal dari Mahasiswa Universitas Al Azhar lho, sahabat deCODE. Harapan Zainal selanjutnya acara ini akan dibuka untuk umum siapa saja boleh bergabung dalam acara ini.

Zainal juga mengungkapkan bahwa acara ini berjalan sesuai dengan harapannya. “Alhamdulillah acara berjalan sesuai harapan, yang dateng banyak, audience juga merasa puas, bazzar food and beverages sama sponsor merasa puas karena banyak yang mengunjungi stand mereka.” Kata Zainal. “Kalau dukanya yaa masalah dana palingan pusing 7 keliling,” Tambahnya.