Berlokasi di daerah yang tidak terlalu besar, di bagian pinggir Bekasi, Lembaga Pendidikan Nasional 1 hadir dengan sejuta mimpi untuk murid-muridnya. Lembaga Pendidikan Nasional 1 atau yang akrab disebut sebagai Nassa (Nasional Satu), menaungi jenjang pendidikan dari TK hingga SMA. Seperti yang digambarkan, sekolah ini berada di daerah yang cukup jarang diketahui oleh banyak orang, menjadikan sedikitnya murid yang mendaftar untuk belajar dan berkembang di sekolah itu pun mudah terhitung oleh jari. Walau begitu, itu semua tidak mengurangi semangat para siswa untuk berkembang serta semangat sang guru untuk terus membantu dalam merealisasikan mimpi-mimpi yang dimiliki oleh siswa Nassa.

Kelebihan yang dimiliki Nassa ialah dimana mereka bukan hanya memfokuskan pendidikan akademis yang selalu diberikan ke siswa, tetapi pendidikan non-akademis pun cukup difokuskan di sana. Bahkan dapat dikatakan, pendidikan non-akademis sama pentinganya dengan pendidikan akademis. Mengembangkan kreativitas siswa pun menjadi salah satu tujuan Nassa dalam membangun siswa yang berbakat pada bidangnya. Pendidikan non-akademis yang paling menonjol di Nassa ini ialah pelajaran seni musik, terutama dalam bidang vokal, tarik suara atau paduan suara.

Paduan suara Nassa disebut sebagai GSN, yaitu Gita Swara Nassa, yang didirikan serta dikembangkan oleh satu-satunya guru musik di sana, Mohammad Charles yang akrab dipanggil Kak Charles atau KC. Awalnya, hanya siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD) saja yang berpartisipasi, mengingat saat pembentukannya pada tahun 1994, Nassa baru memiliki siswa SD, belum berkembang hingga kepembangunan TK, SMP, dan SMA seperti sekarang.

Segala bentuk perlombaan paduan suara telah diikuti GSN sejak pembentukannya di tahun 1994 hingga sekarang. Mulai dari lomba antar sekolah se-kecamatan, se-kota, hingga se-provinsi, yaitu provinsi Jawa Barat. Bukan hanya itu, dengan segala latihan rutin yang selalu dilakukan oleh anggota GSN bersama KC, mereka berhasil berpartisipasi dalam perlombaan paduan suara tingkat nasional hingga membawa pulang banyak piala. Bahkan, 6 tahun terakhir ini, GSN bersama KC membesarkan keberanian mereka untuk berpartisipasi dalam perlombaan paduan suara tingkat Internasional.

Berpartisipasi dalam paduan suara tingkat Internasional ini telah diikuti GSN sejak tahun 2011, yaitu kali pertama dalam perlombaan paduan suara di Hanoi, Vietnam, selanjutnya, tidak lama dari Vietnam di tahun 2011, GSN melebarkan sayapnya lagi untuk terbang ke Guangzhou, China di tahun 2012. Tidak berhenti di situ saja, GSN semakin berani untuk melebarkan sayapnya dan mulai terbang ke wilayah lain, yaitu Eropa.

Pada tahun 2015, GSN bersama KC melakukan misi budaya di Eropa dengan membawa anggota paduan suara dan angklung dari Nassa. Beberapa negara disinggahi GSN untuk menampilkan kemampuan mereka dalam bernyanyi dan bermain angklung. Negara pertama yang mereka singahi, yaitu Belanda untuk mengisi acara Utrecht Indonesian Day. Lalu GSN melanjutkan perjalanannya ke Belgia, dan lanjut ke Paris untuk tampil di Kantor UNESCO di depan para Duta Besar. Perjalanan GSN terus berlanjut hingga ke Luksemburg, dan juga tampil di Kantor Walikota Aachen.

Perjalanan yang dijalani KC dalam membangun dan membesarkan GSN pastinya tidak mudah. Akan tetapi, dengan segala keinginan serta mimpi besar yang dimiliki KC untuk membesarkan GSN, serta merealisasikan mimpi anggota GSN, akhirnya mereka berhasil membangun dan membesarkan GSN dari yang hanya ikut lomba antar kecamatan, hingga berhasil menunjukkan kemampuan mereka di panggung Internasional. Walau dari sekolah yang daerahnya terpencil, tetapi KC dan GSN memiliki mimpi yang sangat besar, serta berhasil membawa nama mereka menjadi besar dan bersinar di panggung Internasional.

Sasya Semitari P | Nadhira Aliya | Galih Perdana