Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, pelestarian nilai-nilai budaya dianggap sangat penting. Belakangan, semakin berkembangnya zaman, nilai-nilai budaya dari suatu negara kerap kali mengalami “kelunturan” dan “tergerus” oleh zaman. Pelestarian budaya dinilai tidak hanya cukup lewat jargon, melainkan butuh aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menyikapi hal tersebut, Mahasiswa/I Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Al-Azhar Indonesia berinisiatif menyelenggarakan festival budaya bernama Pakubumi “Pagelaran Kesenian Kebudayaan Muda-mudi” yang mengusung tema lima Negara, yaitu Indonesia, Inggris, Arab, Tiongkok, dan Jepang. Kegiatan ini berlangsung selama lima hari, yaitu 30 September – 4 Oktober 2019 pukul 13:00 – 18:00 baik di Tenda Biru maupun Auditorium Arifin Panigoro.

Sumber foto : Ahmad Iqbal

Pada tahun ini, Pakubumi menyajikan konsep acara dengan mengusung tema “KEMBANG LESTARI” dan tagline “Mengembangkan dan Melestarikan”. Selain itu, acara ini menjadi kali pertama Pakubumi melebarkan sayapnya pada konsep dan susunan acara mereka.

Jika awalnya konsep acara ini hanya dibikin seminar atau pengmas, acara ini benar-benar dibikin besar dan berbeda dengan menampilkan acara menarik seperti Bazar, Penampilan Budaya, Workshop, Apresiasi Sastra, dan lain-lain. Untuk workshop-nya sendiri, akan menghadirkan pembicara dari Nadia yang berasal dari Program Studi Sastra Tiongkok dan Ojan dari Sastra Arab.

Sumber foto : Ahmad Iqbal

Kendati demikian, tema workshop-nya tergantung dari prodi masing-masing. Dari Indonesia, akan bikin anyaman dari bahan yang sudah tak terpakai serta didaur ulang kembali. Jepang dan Tiongkok mereka punya kaligrafi. Sedangkan, Inggris bakal main hangman atau menyambungkan kata bahasa Inggris menjadi sebuah puisi.

“Pagelaran Kesenian Kebudayaaan Muda-mudi ini mempunyai misi untuk mencapai SLET (Social Leadership Training) guna mencapai fase ketiga sebagai tantangan dari senior kita. Selain itu, acara ini bertujuan agar mahasiswa Universitas Al-Azhar lebih peduli dan sadar tentang kesenian dan kebudayaan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya,” ujar Azani Fitri selaku Ketua Pelaksana Pakubumi 2019 saat ditemui dalam pembukaan acara di Lobby Universitas Al-Azhar, Selasa (1/10/2019).

Sumber foto : Ahmad Iqbal

Meski acara ini berlangsung cukup lama, susunan acara ini dikemas secara runtun yang terdiri dari hari pertama sebagai pembukaan dan bazar, hari kedua dan ketiga terdapat art space di depan lobby dan bazar, sampai hari keempat dan kelima sebagai puncaknya ada penampilan setiap prodi, fashion show, drama, penampilan dari dosen-dosen, serta penampilan dari senior. Selain itu, acara ini butuh persiapan selama kurang lebih satu bulan.

Di balik kesuksesan sebuah acara, pasti kita tahu ada banyak harapan kedepan dari panitia, terutama Azani selaku ketua pelaksana. “Harapan aku kedepannya setelah acara ini sukses diselenggarakan, semoga Mahasiswa/I Universitas Al-Azhar lebih ngerti tentang kebudayaan dan kesenian, lebih bisa mengenal, mengembangkan, dan melestarikan kebudayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan juga lebih bisa mengenal kebudayaan Negara Arab, Jepang, Inggris, dan China,” tambahnya.

Penulis: Bella Alfiyanti Editor: Emir Salim