December 10, 2025

deCODE

Progressive News & Creative Magazine

Screenshot_20210719-002100_TikTok

Seperti yang pepatah bilang, “Setiap pertemuan pasti ada perpisahan”. Begitu juga dengan kisah Suleyman, seorang sersan Turki dengan anak kecil yang ia beri nama Ayla. Akhir-akhir ini fyp TikTok dipenuhi dengan cuplikan Film Ayla The Daughter War yang dikemas dengan lagu-lagu sedih. Hal itu berhasil menarik simpati warga TikTok dengan komentar positifnya. Banyak dari mereka yang mengaku tidak bisa move on setelah menonton film yang rilis pada 2017 itu. Kolom komentar dari konten-konten yang membahas film ini juga ramai dengan emot sedih dan menangis. Film mengharukan ini adalah kisah nyata tentara Turki yaitu Suleyman yang dikirimkan ke Korea Selatan untuk tugas negara pada tahun 1950. Kondisi Korea Selatan saat itu sangat miris, hancur lebur karena serangan dari Korea Utara. Suatu malam saat Suleyman dan tentara lainnya menyusuri hutan, ia menemukan seorang anak kecil yang sedang menangis di antara tumpukan mayat. Suleyman membawa anak kecil itu ke basecamp dan ia beri namya Ayla yang memilki makna sinar bulan. Ayla dirawat dengan baik oleh Suleyman dan teman-temannya, bahkan Suleyman sudah menganggap Ayla seperti anak kandungnya. Padahal kala itu Suleyman belum berkeluarga, tapi kasih sayangnya kepada Ayla begitu besar. Kebersamaan mereka juga membuat Ayla akhirnya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Turki. Setelah satu tahun bersama, di tahun 1951 penugasan Suleyman telah selesai dan harus kembali ke Turki. Ini adalah scene yang bisa dibilang sangat menusuk hati dan menyakitkan. Suleyman dengan terpaksa harus meninggalkan anak kesayangannya itu. Bisa kita bayangkan betapa patah hatinya mereka berdua. Suleyman sudah melalukan cara agar Ayla bisa ia bawa pulang ke Turki. Namun, hal itu gagal. Sebelum benar-benar meninggalkan Ayla untuk kembali ke Turki Suleyman berjanji dihadapan Ayla yang sudah sesegukan, jika nanti mereka akan bertemu lagi. “Aku akan kembali untukmu, mengerti? Aku akan kembali, dan kita tak akan terpisahkan”. Tidak hanya itu, perkataan Suleyman yang begitu membekas adalah saat ia mengatakan, “Ayah berjuang untuk anak-anak mereka. Mereka hidup untuk memenuhi janji. Aku akan kembali. Aku janji”. Suleyman menikah dengan gadis bernama Nimet pilihan orang tuanya. Sebenarnya ia telah memiliki kekasih selama bertugas di Korea. Namun, kekasihnya memilih untuk menikah dangan pria lain karena merasa Suleyman lebih mementingkan Ayla ketimbang dirinya. Setelah menikah, Suleyman mencoba mencari keberadaan Ayla dengan segala cara, tapi hasilnya nihil. Setelah 60 tahun kemudian, akhirnya takdir berhasil mempertemukan Ayah dan anak itu kembali. Suleyman berhasil menepati janjinya sebagai seorang Ayah kepada Ayla. Happy Ending!

Seperti yang pepatah bilang, “Setiap pertemuan pasti ada perpisahan”. Begitu juga dengan kisah Suleyman, seorang sersan Turki dengan anak kecil yang ia beri nama Ayla.
Akhir-akhir ini fyp TikTok dipenuhi dengan cuplikan Film Ayla The Daughter War yang dikemas dengan lagu-lagu sedih. Hal itu berhasil menarik simpati warga TikTok dengan komentar positifnya. Banyak dari mereka yang mengaku tidak bisa move on setelah menonton film yang rilis pada 2017 itu. Kolom komentar dari konten-konten yang membahas film ini juga ramai dengan emot sedih dan menangis.
Film mengharukan ini adalah kisah nyata tentara Turki yaitu Suleyman yang dikirimkan ke Korea Selatan untuk tugas negara pada tahun 1950. Kondisi Korea Selatan saat itu sangat miris, hancur lebur karena serangan dari Korea Utara. Suatu malam saat Suleyman dan tentara lainnya menyusuri hutan, ia menemukan seorang anak kecil yang sedang menangis di antara tumpukan mayat.
Suleyman membawa anak kecil itu ke basecamp dan ia beri namya Ayla yang memilki makna sinar bulan. Ayla dirawat dengan baik oleh Suleyman dan teman-temannya, bahkan Suleyman sudah menganggap Ayla seperti anak kandungnya. Padahal kala itu Suleyman belum berkeluarga, tapi kasih sayangnya kepada Ayla begitu besar. Kebersamaan mereka juga membuat Ayla akhirnya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa Turki.
Setelah satu tahun bersama, di tahun 1951 penugasan Suleyman telah selesai dan harus kembali ke Turki. Ini adalah scene yang bisa dibilang sangat menusuk hati dan menyakitkan. Suleyman dengan terpaksa harus meninggalkan anak kesayangannya itu. Bisa kita bayangkan betapa patah hatinya mereka berdua. Suleyman sudah melalukan cara agar Ayla bisa ia bawa pulang ke Turki. Namun, hal itu gagal.
Sebelum benar-benar meninggalkan Ayla untuk kembali ke Turki Suleyman berjanji dihadapan Ayla yang sudah sesegukan, jika nanti mereka akan bertemu lagi.
“Aku akan kembali untukmu, mengerti? Aku akan kembali, dan kita tak akan terpisahkan”.
Tidak hanya itu, perkataan Suleyman yang begitu membekas adalah saat ia mengatakan, “Ayah berjuang untuk anak-anak mereka. Mereka hidup untuk memenuhi janji. Aku akan kembali. Aku janji”.
Suleyman menikah dengan gadis bernama Nimet pilihan orang tuanya. Sebenarnya ia telah memiliki kekasih selama bertugas di Korea. Namun, kekasihnya memilih untuk menikah dangan pria lain karena merasa Suleyman lebih mementingkan Ayla ketimbang dirinya. Setelah menikah, Suleyman mencoba mencari keberadaan Ayla dengan segala cara, tapi hasilnya nihil. Setelah 60 tahun kemudian, akhirnya takdir berhasil mempertemukan Ayah dan anak itu kembali. Suleyman berhasil menepati janjinya sebagai seorang Ayah kepada Ayla. Happy Ending!

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.