Kita tidak bisa memaksa hati. 

Terlantas dengan segala sikap yang kamu perbuat. 

Seseorang ditakdirkan untuk saling berpasangan, 

tak akan melenceng karena hal itu merupakan takdir dari Sang pencipta. 

Aku pernah mengalami sakit. 

Bangkit dari sakit namun tetap terpuruk. 

Lantas aku bertanya, apa yang salah?

Akhirnya kutemukan jawaban yang menggetarkan hati kecilku. Aku lupa akan segala sesuatu yang diciptakan oleh-Nya. Berbuatlah baik kepada seseorang karena Sang Pencipta, bukan karena orang lain. Berbuat baik karena Sang Pencipta, maka Ia pun akan memberikan kebaikan kepadamu. Meski terasa pilu, kamu pasti akan menganggap itu sebagi suatu jalan kebaikan. Namun, jika kamu berbuat baik karena seseorang, balasan tentu tak akan selalu manis.

Terkadang seseorang terlalu banyak berharap akan hal yang Ia inginkan. Tidak baik jika seseorang terlalu banyak meminta. Serakah jika kamu meminta segala hal yang kamu inginkan untuk terkabul, meski kamu orang baik sekalipun. Kadang ketika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita menjadi lebih dewasa. Kita bisa meliha hal apa yang bisa kita lakukan setelahnya. Hal baik apa yang terjadi karenanya.

Pernahkah kamu bersyukur ketika tidak mendapat apa yang kamu inginkan? Aku rasa tidak, karena akupun juga tidak bisa menerimanya. Namun pernahkah kamu merasa setalah semua hal itu dilewati bahwa tak ada yang berubah. Kamu justru akan menjadi lebih baik lagi.

Ketika kamu berbuat baik kepada orang lain, jangan berharap apapun kepada orang tersebut. Seseorang bisa berubah setiap saat, maka kebaikanmu tak akan dibalas dengan kebaikan oleh orang lain. Seseorang pun bisa berubah menjadi jahat kapanpun. Bersyukurlah jika dirimu diberikan iman yang kuat, maka kamu tak akan mengutuk orang tersebut. Namun, celakalah bila kamu bukan termaksud orang dengan iman yang kuat. Habis-habisan akan kau cela orang yang membalas kebaikanmu dengan kejahatan itu. Lantas kali ini aku mengerti. Berbuat baiklah karena-Nya, maka kebaikan akan menyertaimu.

Writer: Nur Syifa Buchis | Editor: Sasya Semitari P & Galih Perdana