Pernahkah kamu menonton sebuah film yang benar-benar membuka cakrawala pikiran? Mengajak untuk bersifat kritis? Sexy Killers is one of those kinds of movie. It excites your thoughts to wonder. Sebuah ekspedisi maut yang menghasilkan mahakarya.

Di tengah ramainya kampanye politik 2019 muncul sebuah film dokumenter “Sexy Killers” yang disambut hangat oleh masyarakat. Film ini merupakan hasil karya dua jurnalis Dandhy Dwi Laksono dan Ucok Suparta yang berdurasi 1 jam 28 menit. Film ini diproduksi dan dipublikasikan oleh Watchdoc di youtube channel Watchdoc Image yang sudah ditonton belasan juta untuk saat ini.

Watchdoc Documentary adalah rumah produksi film-film dokumenter tentang Indonesia. Film yang diunggah pada 13 April 2019 ini mengisahkan eksploitasi tambang batu bara dan dampaknya bagi kehidupan masyarakat sekitar. Sexy Killers merupakan kolaborasi dari 14 videografer, organisasi pembela lingkungan Greenpeace, aktivis lingkungan dari berbagai kota dan video dari warga. Film ini dikumpulkan dari rekaman-rekaman wawancara para tokoh politik di sejumlah media televisi.

Sexy Killers : Ekspedisi Indonesia Biru, Kontroversi Menjelang Pemilu
Sumber foto: ruangobrol.id

Sexy Killers mengisahkan praktik bisnis pertambangan batu bara di Indonesia yang digunakan untuk penggunaan listrik. Ternyata di balik bisnis tambang batu bara tersebut terdapat peran yang cukup penting dari nama-nama elit kedua kubu Capres 01 maupun 02.

Keuntungan dari tambang batu bara dinikmati oleh para elite sementara rakyat hanya mendapatkan dampak kerusakan ekologi bahkan pemenjaraan karena menolak tambang dan rakyat juga menjadi korban kematian akibat adanya tambang tersebut.

Ratusan ribu hektar tanah digali untuk mendapatkan batu bara, dimana membuat ruang hidup masyarakat menyempit dan air bersih semakin berkurang. Rakyat digusur untuk diambil tanahnya, petani meneruskan hidup dengan apa adanya, warga desa banyak yang kehilangan nyawa akibat bekas galian lubang pertambangan yang tidak diurus sebagaimana mestinya.

Jawaban yang cukup membuat netizen menggelengkan kepala adalah saat Gubernur Kalimantan Timur ditanya pendapatnya mengenai hal tersebut, beliau hanya mengatakan “Korban jiwa itu dimana-mana terjadi. Ya namanya nasib dia meninggalnya di kolam tambang, kan”.

Belum lagi kapal tongkang yang membawa kerusakan bagi ekosistem sekitar dengan tertambat pada terumbu karang, serta tumpahan batu bara yang tercecer ke lautan.

Sexy Killers mampu membuat kita tersadar untuk lebih bersyukur karena tinggal di perkotaan yang memiliki banyak fasilitas. Masyarakat perkotaan dapat menggunakan listrik dengan nyaman tanpa mendapat imbas dari PLTU seperti yang dirasakan penduduk desa. Kesehatan menjadi taruhan, banyak yang terkena penyakit sesak nafas sampai kanker.

Film ini memang disebut-sebut untuk ditonton sebelum pemilu 17 April lalu, tapi untuk kalian yang belum sempat menonton, tidak ada salahnya kok kalau mau menonton sekarang.

Bagaimana menurut kalian? Sampaikan pendapat kalian mengenai film ini di kolom komentar di bawah ya!

Reporter: Siti Masitoh Editor : Emir Salim