Nabi merupakan suri teladan untuk para umat muslim. Salah satunya Nabi Ibrahim AS. Beragam kisah inspiratif Nabi Ibrahim ini perlu dicontoh agar kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik lagi.

Dari 25 nabi , ada salah satu kisah nabi yang  unik sejak lahir yaitu, Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim dilahirkan pada masa kepemimpinan Raja Namrud, raja yang memiliki sifat egois dan kejam. Ia  memerintahkan kepada pengikutnya untuk membunuh semua bayi laki-laki. Namun Nabi Ibrahim lolos dari perintah tersebut.

Ia pun tumbuh menjadi anak yang cerdas, dan tangguh karena telah melewati berbagai marabahaya yang terus menimpanya. Untuk itu, sebagai umat Nabi Ibrahim, kita dapat mencontoh sifat-sifat baiknya. Sifat terpuji tersebut adalah, Amanah (dapat dipercaya), Fathonah (cerdas), Tabligh (menyampaikan), dan Shiddiq (jujur).

Semua sifat  tersebut adalah sifat terpuji yang dimiliki oleh para nabi, termasuk nabi Ibrahim. Tetapi tidak hanya sifat itu saja bisa kita teladani, sebagai umatnya kita harus mencontoh, dan meniru sifat-sifat baiknya. Agar menjadi pribadi yang lebih baik, dan mempunyai kehidupan yang bermanfaat. Apa saja?

1. Jiwa Pemimpin

Dikutip dari orami.co.id, Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok pemimpin yang adil, seorang ayah dan suami yang hebat.  Saat ia dan Siti Hajar berjalan di lembah tandus, Nabi Ibrahim berani mengambil keputusan untuk meninggalkan Siti Hajar dan Ismail. Karena ia tahu Allah SWT sedang mengujinya.

Tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, Nabi ibrahim pun meminta izin terlebih dahulu dengan Siti Hajar. Ketika sudah diizinkan tidak lupa Nabi Ibrahim mendoakan keluarganya agar dilindungi oleh Allah SWT . Lalu atas izin Allah SWT dan keridhaan sang istri, ia meninggalkan istri, dan anaknya tersebut.

Berkat jiwa Iklas dan tawakal, Allah SWT menghadiahi Siti Hajar, dan Ismail sebuah air pancuran, yang sekarang dikenal dengan air zam-zam. Saat pancuran air terpancar, Hajar segera lekas memberi minum Ismail dengan rasa bahagia. Tidak lupa ia mensyukuri pemberian Alla SWT berkat keberanian suaminya tersebut.

2. Sabar dan Ikhlas

Kesabaran dan keikhlasan Nabi Ibrahim diuji saat datang perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail. Ismail saat itu merupakan putra pertamanya bersama Siti Hajar. Anak yang sudah ia idam-idamkan sejak lama. Namun, itu tidak menggetarkan ia untuk tetap mematuhi perintah Allah SWT.

Awalnya perintah tersebut hanya datang lewat mimpinya. Meskipun sempat ragu, dan tidak tega untuk mengorbankan anak sulungnya itu. Ia pun lekas berdoa dan meminta kebenaran Allah SWT. Saat sudah menerima jawaban bahwa perintah itu benar, tidak ragu Nabi Ibrahim segera meminta izin dengan Ismail dan sang Istri.

Seperti kata pepatah, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Nabi Ismail pun ikut menyetujui permintaan ayahnya itu. Karena itu merupakan perintah dari Allah SWT yang wajib ditaati. Dengan besar hati Nabi Ismail pun Ikhlas dan ridha untuk disembelih. Tetapi ketika ingin disembelih, Allah menunjukkan kuasa-Nya , Allah menggantikannya dengan seekor kambing.

Sifat sabar, dan ikhlas dari nabi Ibrahim ini perlu kita teladani. Karena semuanya adalah titipan Allah SWT semata, termasuk anak yang kita kira milik kita seutuhnya. Segala yang diberikan oleh Allah SWT, akan kembali lagi padanya. Jadi jangan pernah takut untuk kehilangan, karena Allah SWT akan menggantinya dengan yang lebih baik.

3.  Pendiriannya Teguh

Masih pada zaman Raja Namrud, saat itu nabi Ibrahim ingin menghancurkan seluruh berhala yang ada di seluruh kota. Hal itu membuat Namrud pun naik pitam, dan memerintahkan untuk membunuh Nabi Ibrahim dengan cara membakar  secara hidup-hidup. Keteguhan dan Keyakinan besar kepada Allah SWT yang ia tanam dalam dirinya  membuat Nabi Ibrahim tidak takut. Menurutnya berhala adalah hal yang tidak pantas untuk disembah.

Atas perbuatan nya tersebut, Nabi Ibrahim pun dimasukkan kedalam api yang menyala oleh Raja Namrud. Orang-orang berpikir ia akan hangus terbakar menjadi arang. Namun Allah SWT berkehendak lain, saat api dipadamkan nabi Ibrahim keluar hidup-hidup, tanpa ada sehelai pakaian yang terbakar. Ternyata, Allah SWT memerintahkan api menjadi dingin untuk menyelamatkan Ibrahim.

Sungguh luar biasa kuasa Allah SWT, sampai membuat orang yang menyaksikan peristiwa itu pun terbelalak. Mereka tidak percaya bagaimana ada seorang yang dibakar di api yang sangat besar tetap hidup utuh. Padahal kayu bakar yang dibakar bersama dengan Nabi Ibrahim sudah hangus, dan menjadi abu.

Pelajaran baik dari kisah Nabi Ibrahim yang bisa kita ambil yaitu selalu berpegang teguh dengan pendirian yang kuat pada sesuatu yang kita anggap benar. Bertanggung jawab dengan apa yang kita pilih, insyallah kita akan mendapat balasan yang setimpal dengan apa yang sudah kita perjuangkan.

Penulis: Delfina Rahmadhani Editor: Amanda Rizki Amelia