Satu lagi acara kebanggaan Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMIK) Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) sukses digelar, yaitu Taman Karya 2018. Taman Karya 2018 berlangsung pada Sabtu (18/8) kemarin, di Qubicle Center, Senopati, Jakarta Selatan. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk menjadi wadah bagi anak muda dalam mengekspresikan kreativitasnya melalui karya seni.

Serupa seperti tahun-tahun sebelumnya, Taman Karya 2018 memiliki serangkaian workshop dengan mengundang beberapa praktisi seni, charity dan juga music performance. Dalam acara ini terdapat 3 workshop seni, yaitu Analog Camera bersama Ruang Tustel dan Tustel Club, Art on Fabric bersama Muklay dan Watercolor bersama Emteemte.

Belajar Seni di Ruang Angkasa melalui Taman Karya 2018

Workshop AOF | Foto: Rizky Amelia

Pada workshop Analog Camera, peserta sudah melakukan hunting foto dengan kamera analog dua minggu sebelum acara. Lalu dalam workshopnya, para peserta diajarkan bagaimana cara mencuci film. Dalam workshop Art on Fabric, peserta diajak menuangkan karya seni dengan teknik melukis di atas Jaket Jeans. Selanjutnya, dalam workshop Watercolor, para peserta diajarkan teknik mewarnai dalam kertas watercolor.

Taman Karya tahun ini mengundang teman-teman difabel dari komunitas Teman Tanpa Batas untuk mengisi talkshow. Teman Tanpa Batas sendiri merupakan sebuah komunitas yang menaungi teman Difabel. Dalam komunitas tersebut, teman-teman difabel diajarkan untuk melukis dan membuat karya seni lainnya. Selain talkshow, teman-teman dari komunitas tersebut juga melakukan live painting.

Talkshow ini bertujuan untuk memotivasi anak-anak muda yang suka merasa ahh gue gak bisa ini nih!! terus nyerah. Disini kita ajak untuk melihat ke teman-teman dari komunitas ini, mereka terbatas tapi mereka sama sekali gak mau menyerah.” jelas Afina, selaku Koordinator Divisi Acara Taman Karya 2018. Charity yang dikumpulkan dari pembelian tiket workshop dan music performance akan diberikan kepada Teman Tanpa Batas dalam bentuk barang.

Acara ini berlangsung ramai dan meriah, apalagi saat music performance. Antusiasme dari para penonton terlihat dari seluruh penonton yang ikut larut bernyanyi dan sesekali bergoyang bersama. Dalam music performance sendiri, ada penampilan dari Syahravi dan Senar Senja sebagai guest star. Selain itu, juga ada special performance Sunday With Chocolate dan Muda Mudi.

Bobby Muhammad, selaku ketua pelaksana Taman Karya 2018, mengaku ia dan seluruh panitia sangat puas karena respon serta dukungan dari dosen dan tamu-tamu yang datang sangat positif terhadap berlangsungnya acara ini. Ia juga mengaku, acara ini sudah sesuai dengan harapannya. “Kita udah lima bulan persiapan sih, alhamdulillah sejaauh ini lancar. Kendala pasti ada, tapi dari yang gua liat selama lima bulan ini dengan hari H yang kayak gini, kebayar sih semua capeknya.” jelasnya.

Belajar Seni di Ruang Angkasa melalui Taman Karya 2018

Aufar dan Bobby sebagai penyelenggara acara

Menurut Aufa, selaku wakil pelaksana Taman Karya 2018, tantangan dan kesulitan dalam mempersiapkan acara ini adalah saat mendekorasi tempat. Alasannya karena mereka harus mendekorasi tiga lantai dalam waktu satu hari. Namun, seluruh kerja keras mereka dalam waktu satu hari tersebut benar-benar terbayar karena dekorasi dari Taman Karya tahun ini dipujiBaanyak pengunjung karena bagus dan diluar batas. Tak sedikit juga tamu yang mengabadikam momen mereka ditempat berlangsungnya Taman Karya.

Konsep acara Taman Karya juga dituangkan dalam dekorasinya. Mengusung tema Outer Space atau luar angkasa, deCODE ikut dibawa seperti berada di luar angkasa. Saat pertama kali memasuki gedung, kami disambut dengan desain ruangan yang didominasi warna hitam dengan baanyak bintang gemerlap lengkap dengan planet-planetnya.

Naik kelantai selanjutnya adalah Outer Space Room dimana disana terdapat banyak instalasi seni ragam rupa yang seiring dengan tema Taman Karya. Desain dan instalasi ini dibuat dengan sedetail mungkin. Terbukti dari banyaknya instalasi seni mirip awan-awan bergantungaan di tangga menuju ke Outer Space.

Lebih seru lagi di lantai tertinggi, ada rooftop dari gedung tersebut yang juga didesain dengan nyaman karena dijadikan tempat berlangsungnya Workshop Art on Fabric. Meja dan kursi ditata rapi dengan alat-alat Workshop. Langit-langit tak dibiarkan kosong melainkan dilapisi dengan kain tipis untuk meminimalisir cahaya matahari yang cukup terik siang itu.

Tak hanya dengan kain, tapi juga dengan instalasi seni berupa planet-planet beragam ukuran. Tidak perlu khawatir kepanasan karena panitia sudah menyiapkan 2 giant fan disana plus beberapa beanbag yang cocok dinikmati untuk berbincang sambil menikmati makanan atau minuman yang tersedia disana.

Alma Mandjusri selaku ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UAI yang hadir langsung untuk membuka acara tersebut mengaku takjub dan bangga atas berlangsungnya Taman Karya tahun ini. Tak hanya konsep dan ide yang diluar batas, namun eksekusinya juga keren. hanya perlu sedikit pengembangan dibeberapa instalasi.

“Di Outer Space itu keren sekali, tapi mungkin bisa menjadi  lebih seru jika misalnya ada backsound yang volumenya lebih tinggi dan terdengar dominan agar kita benar-benar merasakan beda nya berada di Bumi dan Outer Space.”

Belajar Seni di Ruang Angkasa melalui Taman Karya 2018

Alma Mandjusri ketika diwawancarai Reporter deCODE

Alma berharap, dengan selalu suksesnya acara-acara KOMIK, semoga kedepannya KOMIK mampu mempertahankan bahkan meningkatkan lagi prestasi-prestasi lainnya. Buka kesempatan juga untuk berkolaborasi dengan lintas program studi. Dengan beragam bidang tersebut, akan beragam pula ide dan skill yang bisa dituangkan bersama dan menjadi karya yang luar biasa

Reporter & Fotografer: Nadhira Aliya Rizky Amelia