Himpunan Mahasiswa Bioteknologi UAI suskes menggelar acara tahunan mereka yaitu Biotechfair pada tanggal 25 September kemarin, yang diselenggarakan di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al Azhar Indonesia. Tahun ini, Biotechfair 2018 mengangkat tema BIOTA (Build Our Insight Towards Animal) dengan tujuan agar memahami pentingnya menjaga kelestarian alam dimasa yang akan datang.

Pada 8-10 September kemarin, rangkaian pertama acara Biotechfair 2018 dibuka dengan Pengabdian Masyarakat (Abdimas). Acara Abdimas ini terdiri dari donasi untuk anak-anak di SDN Jaringao, penyuluhan untuk warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian penyu, serta pemberian donasi untuk area konservasi Penyu. Merupakan kegiatan nan hebat dan terobosan baru dari mahasiswa UAI terhadap Penyu agar hewan ini tetap lestari.

Acara Biotechfair 2018 dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu perwakilan mahasiswa dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua pelaksana Rifaldi, dan sambutan oleh Kaprodi Biologi Dr.rer.nat. Yunus Effendi, M.Sc. Lalu sambutan dari rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc.

Lalu acara dilanjutkan dengan seminar oleh Rizya L. Ardiwijaya, S.Pi selaku Conservation Science Specialist The Nature Conservancy. Dalam seminarnya, Rizya membicarakan tentang Konservasi Terumbu Karang. Bagaimana pemutihan yang terjadi di terumbu karang terjadi karena pemanasan global dan cara melestarikannya.

“Tahun 98, Terumbu Karang di Indonesia itu mengalami pemutihan akibat pemanasan global, sehingga menghabiskan sekitar 16% dari Terumbu Karang, malah dari seluruh dunia.” tutur Rizya dalam seminarnya.

Acara Biotechfair 2018 dilanjutkan dengan video dokumenter oleh panitia Pengabdian Masyarakat Ujung Genteng Pangumbahan, Sukabumi mengenai kegiatan penyuluhan pentingnya menjaga kelestarian penyu. Biotechfair 2018 juga membuka donasi bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalan melestarikan penyu di Penangkaran Penyu Pangumbahan, Ujung Genteng, Sukabumi.

Lalu dilanjutkan dengan seminar oleh Dwi Suprapti selaku WWF Indonesia yang membicarakan tentang Konservasi Penyu di Indonesia dan permasalahannya. Selain itu, acara Biotechfair 2018 juga mengadakan mini talkshow bersama beberapa komunitas pecinta hewan yang diselengarakan di Tenda Biru UAI.

Beberapa komunitas yang ikut memeriahkan acara Biotechfair 2018 adalah Blue Tongue Fams salah satu komunitas hewan-hewan berlidah biru. Musang Lovers Jakarta yaitu komunitas pecinta musang serta mengedukasi mereka. Nocturnal Animals Independent adalah komunitas yang bergerak di hewan-hewan nocturnal. dan yang terakhir adalah Kontras, komunitas yang mewadahi hewan seperti Molu, Buaya Nova dan Morph.

Biotechfair 2018 ditutup dengan penampilan spesial dari Musik Sore UAI dan juga pengumuman pemenang lomba. Selamat untuk mahasiswa Bioteknologi UAI untuk kesuksesan acara Biotechfair tahun ini!

Reporter: Novia Aprilia Hermawan
Editor: Galih Perdana