Siapa disini yang suka menonton tayangan berita di televisi? Wah yakin deh pasti sahabat deCODE sering kan, sampai hapal betul berbagai program berita yang ada di tv nasional. Nah, pada Senin 8 april kemarin, Universitas Al Azhar Indonesia kedatangan dua kakak kece yang eksis di layar tv nih!

Ryan Fernando dan Sandra Insana. Yup kalau sahabat deCODE sering menonton Redaksi Trans7 ataupun CNN Indonesia pasti sudah tidak asing dengan dua nama tersebut. Hadir sebagai Dosen Tamu untuk Mata Kuliah Umum Pengantar Jurnalistik dari Dosen Pengampu Yuri Alfrin Aladdin, mereka berdua berbagi pengalaman kejurnalisannya, serta alasan untuk tidak takut menjadi seorang jurnalis.

Tak hanya itu, dalam rangka menghitung hari menjelang pesta demokrasi terbesar di Indonesia, baik Ryan ataupun Sandra kompak mengingatkan untuk tetap menjaga netralitas politik sebagai seorang yang bergerak di bidang pers maupun yang baru ingin terjun ke dalam bidang tersebut.

Tim Redaksi deCODE mendapatkan kesempatan mewawancarai salah satu diantara mereka nih, yakni Ryan Fernando reporter dari Transmedia yang berafiliasi di Trans7. Ryan membagikan kisahnya yang selama kurang lebih 7 tahun melalang buana dari Sabang sampai Marsuke, dan bertemu dengan bermacam narasumber yang luar biasa!Kunci utama untuk memuat suatu berita yang akan ditayangkan adalah bukan soal kecepatan, tetapi keaktualan dari berita tersebut.

Kunci utama untuk memuat suatu berita bukan soal kecepatan, tetapi keaktualan dari berita tersebut.

Ryan Fernando

Satu hal yang membuat seorang Ryan Fernando tidak bisa meninggalkan pekerjaannya sebagai reporter. Ketika orang-orang kantor hanya bisa melihat suatu peristiwa yang terjadi dari dua sumber, yaitu televisi dan online, seorang reporter melihat dari 3 sumber, yaitu televisi, online, dan dengan sudut mata seorang reporter sendiri.

Bagaimana sahabat deCODE, tertarik untuk terjun menjadi seorang reporter? Well, kunci utamanya ialah jangan pernah takut untuk mencoba, apapun hasilnya nanti, you’ve tried it!

Reporter: Nada Salsabila Editor: Nur Syifa Buchis