Sudah tak asing dibenak Sahabat deCODE apa itu korupsi. Perilaku memperkaya diri sendiri bahkan mencuri uang-uang miliki orang lain. Para tikus-tikus yang ingin mempergendut diri  sendiri dan kelompoknya sehingga menyebabkan kesenjangan bagi lingkungan serta kepentingan khalayak ramai.

Berbicara tentang korupsi, Keluarga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia menyelenggarakan Seminar bertajuk “Finalisasi Korupsi” yang dilaksanakan tepat pada hari ini 24 April 2019 di Auditorium Arifin Panigoro.

Acara yang diharapkan mampu mencegah dan melenyapkan kasus korupsi serta berani untuk berjalan sendiri menjadi benar walau di sekitar lingkungan kita berjalan pada arah yang salah. Prof Asep Saepuddin selaku Rektor Universitas Al Azhar Indonesia juga memberikan sambutan di acara ini

“Kejujuran merupakan hal yang wajib dan hal yang pertama di lakukan. Apapun cita-cita dan impian kalian bila tertanam kejujuran maka akan memberikan yang terbaik” ujar Rektor Universität Al Azhar Indonesia

Menghadirkan Thony Saut Situmorang selaku pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Adnan Topan Husudo selaku Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) serta Nurul Robbi Sepang selaku Dosen FISIP UAI.

Dalam penyampaiannya hari ini, mereka menekankan bahwa persoalan yang terjadi pada kasus-kasus korupsi ini bukan di lakukan oleh sembarang orang dengan pendidikan rendah. Segelintir orang dengan pendidikan tinggi pun bisa melakukan kasus korupsi. Jadi sebenarnya korupsi merupakan persoalan integritas seseorang.

“Tujuan diadakannya seminar ini diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada kaum milennial mengenai makna akan korupsi. Bahwa sebenarnya korupsi bukan hanya sebuah pencurian uang dan sebagainya tetapi seperti mencontek, terlambat turut menjadi bagian dalam korupsi.” ujar Wakil Ketua Seminar FISIP Melicha Refiandri Ilmu Komunikasi 2017.

Tuh, inget ya Sahabat deCODE mencontek juga termasuk ke dalam tindakan korupsi lho. Mulai saat ini yuk hentikan perbuatan korupsi mulai dari diri kamu sendiri.

Reporter : halimah saadiyah. Editor: Nur Syifa Buchis