Today is the 2nd day! Sabtu (10/2), merupakan hari kedua workshop Citizen Journalism In Digital Era’ yang diselenggarakan oleh Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI). Ini adalah sebuah workshop jurnalistik yang menghadirkan para pembicara yang sangat menginspirasi. Masih di ruangan yang sama seperti hari pertama, lantai 5 ruang 517 Universitas Al Azhar Indonesia. Di hari kedua ini, workshop yang diselenggarakan tak kalah serunya dengan hari pertama, loh!

Pembukaan workshop jurnalistik ini, dimulai oleh pembicara pertama, yaitu seorang produser Seputar Indonesia RCTI, Eko Febrianto. Eko mengangkat tema pembicaraan mengenai ‘How to be the best Journalist’. Saat menyampaikan materi, Eko menyebutkan banyak suka dan duka ketika terjun kedalam dunia jurnalis.

Salah satunya adalah pada saat weekend seorang jurnalis tidak libur seperti pekerja pada umumnya. Bahkan, saat hari libur seperti, lebaran dan natal pun juga mereka tidak mendapat libur, melainkan mendapat tugas liputan. Selain itu, Eko membagikan tips kepada peserta workshop jurnalistik ini untuk bisa menjadi seorang jurnalis yang hebat.

Diantaranya adalah bagaimana suatu peristiwa atau berita itu mengandung unsur dari 5W + 1H (What, Who, When, Why, Where and How). Unsur tersebut merupakan faktor terpenting dalam pembuatan berita, karena berhubungan langsung dengan konten dan isi berita yang kalian buat. Dengan diadakan Workshop Jurnalistik dari KOMAHI ini, Eko memiliki harapan agar generasi sekarang dapat menjadi jurnalis yang hebat.

“Di zaman seperti sekarang ini, banyak media yang kurang menyajikan berita yang berkualitas karena siapa saja bisa membuat dan mengakses media tersebut.” ujar Eko saat menerangkan isi materi.

Tidak kalah dari pembicara pertama, pembicara kedua yang dihadirkan oleh juga meningkatkan antusiasme para peserta Workshop Jurnalistik ini. Dia adalah Ibnu Dwi Cahyo sang PR manager dari CISSReC (Communication and Information System Security Research Center).

Saat menyampaikan materi, Ibnu menyebutkan tentang bahaya penggunaan internet. Berawal dari menjelaskan internet yang terdiri dari 3 lapisan, yaitu, surface web, deep web dan dark web. Sampai menjelaskan bahaya dari Dark web, dimana pada lapisan inilah yang paling berbahaya bagi pengguna internet. Karena didalam dark web tersebut, terdapat konten negatif. Untuk mengakses dark web ini, diperlukan kemampuan atau skill khusus seperti, hacking.

Ibnu juga memaparkan, bahwa Indonesia harus mempunyai siber yang bagus agar dapat menjalin hubungan diploma yang baik terhadap negara lain. Pasalnya, saat ini Indonesia menjadi sasaran kejahatan dunia maya atau dunia cyber. Kemudian, Ibnu juga memberikan saran kepada kita sebagai pengguna media sosial, agar jangan terlalu mengeksploitasi atau mengumbar diri dalam media sosial.

“Media sosial kini terjadi pergeseran yang luar biasa. Dimana media sosial menjadi sumber berita yang dapat mempengaruhi opini seluruh dunia,” ujar Ibnu saat menyampaikan materi.

Selepas ishoma (istirahat, sholat, makan), Workshop Jurnalistik ini dilanjut dengan evaluasi dari pembicara pertama yaitu, Eko Febrianto. Beliau memberi evaluasi mengenai tugas yang diberikan untuk membuat sebuah berita. Dalam evaluasi tersebut, Eko akan memilih 3 berita terbaik hasil karya semua peserta yang nantinya akan mendapat reward.

Tidak hanya reward yang dibagikan, daftar nama peserta yang mengikuti media visit ke CNN pun juga ikut diumumkan. Pasalnya, tidak semua peserta dapat mengikuti media visit. Kuota yang diberikan juga dibatasi untuk mengunjungi perusahaan media berita tersebut.

Peserta dari Workshop Jurnalistik yang diadakan oleh KOMAHI ini, tidak hanya berasal dari Universitas Al Azhar Indonesia saja, loh, sahabat deCODE! Melainkan juga, ada beberapa peserta yang berasal dari kampus-kampus lain. Seperti, Universitas Pamulang, Universitas Trologi, Universitas 17 Agustus 1945, STIDI Al-Hikmah, dan Unindra.

Abdul Azis, salah satunya, adalah mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran dari institusi STIDI Al-Hikmah Mampang, Jakarta Selatan. Kepada deCODE, Abdul memberikan pendapatnya mengenai pengalamannya di Workshop Jurnalistik dari KOMAHI di hari kedua ini.

“Saya sangat senang meluangkan waktu weekend saya dengan menghadiri workshop ini. Acara yang menjadi prioritas saya di minggu ini, sangat sesuai dengan jurusan yang saya ambil di kuliah. Selain menambah pengalaman, dengan saya mengikuti workshop ini, saya juga dapat belajar secara mendalam dalam dunia jurnalistik,” ujar Azis.

Kesuksesan serta tersebarnya informasi mengenai Workshop Jurnalistik dari KOMAHI, tak jauh dari keberhasilan kinerja panitia dalam menyelenggarakan acara. Keberhasilan panitia, dapat dilihat dengan mendatangkannya tokoh-tokoh dan pembicara-pembicara hebat yang hadir dalam Workshop Jurnalistik ini. Selain itu, juga terlihat dengan tersebar luasnya promosi acara ini.

“Kita berhasil mendapatkan banyak peserta dari luar kampus karena kami mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Al Azhar Indonesia memiliki banyak relasi dengan kampus lain yang tergabung dalam Forum Komunikasi Hubungan Internasional se-Indonesia. Kami sebagai mahasiswa HI juga setiap bulan turut ikut serta dengan forum ini dalam rakorwil (Rapat Koordinasi Wilayah). Acara dan forum seperti itu yang menjadi peluang bagi kami untuk mendapatkan banyak relasi, terutama dalam hal mempromosikan acara kami.” ujar Wafi, selaku Humas acara Workshop Jurnalistik dari KOMAHI ini.

Gimana, Sahabat deCODE? Serukan workshopnyaa? Selamat kepada KOMAHI atas suksesnya acara di hari kedua ini. Semoga hari terakhir workshop dengan kunjungan ke kantor berita CNN dapat berjalan dengan lancar dan sukses juga. Good Job, KOMAHI!

Reporter: Ken Akbar W | Editor: Nadhira Aliya & Galih Perdana