Fisip Week 2019 hadir kembali tahun ini dengan mengusung tema ‘Unleash Your Potential To Face The Future’. Rangakaian acara tersebut di isi oleh Kompetisi antar mahasiswa, workshop, dan seminar. Ada yang berbeda dengan Fisip Week tahun ini yaitu terdapat exhibition.

Sumber Foto: Ken Akbar Wikantoro

Nah tahun ini kebetulan nambah satu lagi itu ada exhibition mungkin ya disebutnya, ada beberapa instalasi yang dibuat sama anak anak acara dan itu semoga bakal dilanjutin” Ujar Rizky Amalia selaku ketua pelaksana Fisip Week.

Sumber Foto: Ken Akbar Wikantoro

Pengangkatan tema ‘Unleash Your Potential To Face The Future‘ di Fisip Week tahun ini sebagai jawaban anak muda kali ini dalam menjawab kegelisahannya tentang potensi diri. Maka rangkaian acara yang diadakan Fisip Week ini juga berkaitan seluruhnya seperti kompetisi Speech, Debate, Sosial Campaign, Workshop dan Seminar berkaitan dengan bagaimana cara kita dapat menggali, mengetahui potensi diri.

“Tema Fisip Week tahun ini ‘Unleash Your Potential To Face The Future’ adalah salah satu bentuk kita menjawab masalah di sekitar kita bahwa kebanyakan anak muda itu merasa belum begitu mengenal dirinya sendiir, padahal kita udah dibekali cukup sama sekolah, ikut keiatan ini itu, tapi itu semua belum cukup untuk mengenal diri kita” Ujar Rizky Amalia.

Pada seminar yang mengusung tema ‘Make it Happen, Make it Better’ didatangkan pembicara pembicara yang mampu membuat kita tercerahkan akan potensi diri kita. Terdapat tiga pembicara yaitu, Sarah Deshita (Brand Manager of ISMAYA Live), Keena Pearce (Entrepreneur) dan Tasya Kamila (Influencer dan Public Figure).

Sumber Foto: Ken Akbar Wikantoro

Sarah Deshita membagikan cerita mengenai dirinya ketika ia besar dari keluarga yang sebagian besar profesinya dokter. Sarah Deshita awalnya dituntut untuk menjadi dokter, namun ia merasa itu bukanlah passion-nya. Ia pun bercerita ia mencoba banyak hal untuk dapat mengetahui potensi dirinya. Ada pelajaran yang bisa kita ambil dari Sarah Deshita bahwa ia bercerita yang bisa kita lakukan adalah pembuktian. Buktikan kepada orang tua bahwa passion kita disana, passion kita juga bisa membuat diri kita sukses.

“Cara yang bisa kita lakukan ya buktikan. Saya rasa orangtua juga memerlukan pembuktian tentang apa yang kita pilih, apa passion kita”

Sumber Foto: Ken Akbar Wikantoro

Keenan Pearce juga membagikan kisahnya sebagai usaha. Bahwa yang paling penting adalah menemukan siapa diri kita. Itu menjadi penting karena jika kita mengetahui siapa diri kita, itu akan menjadi identitas kita. Orang akan tahu dan mudah mengenali kita jika mempunyai identitas, Ia juga berpesan untuk jangan terlalu mengikuti arus, karena ide yang kita buat akan cepat berlalu hilang dan semua orang dapat melakukannya, sehingga kita kehilangan identitas kita. Keenan Pearce berpendapat kita harus mengenali, dan menemukan siapa diri kita itu penting.

“Ini yang menurut saya penting menemukan ‘who we are’, siapa diri kita. Itu yang menjadi penting yang menjadi identity kita, yang membedakan diri kita dengan orang lain”

Sumber Foto: Ken Akbar Wikantoro

Tasya Kamila juga membagikan tips tentang bagaimana menghalau omongan netizen yang kerap kali tidak mengenakan. Tasya Kamila sering kali diremehkan karena ia hanyalah seorang penyanyi cilik yang sudah terkenal sejak usia belia. Ia sering diremehkan bahwa kemampuannya merupakan keuntungan karena ia seseorang yang sudah terkenal. Bukan hanya itu ia sering diremehkan karena pendidikan yang ia tempuh hingga S2 dan dianggap tidak perlu sekolah tinggi karena nantinya hanya akan menjadi ibu rumah tangga dan mengurus anak. Namun omongan tesebut dihiraukannya, baginya apa yang ia jalani adalah kesukaannya, passion-nya.

“Aku suka menyanyi, dan Alhamdulillah aku bisa menemukan passion ku dari usia belia. aku kuliah mengambil tentang lingkungan hidup juga karena aku menyukainya, aku passion pada hal itu. Netizen maha benar itu tidak perlu di tanggapi”

Reporter: Maulani Mulianingsih
Editor: Faisal Barakuan