Pada tanggal 03 Juli 2019 bertempat di Ruang Auditorium Arifin Panigoro, Universital Al Azhar Indonesia. Program studi Ilmu Komunikasi membuat acara talkshow mengenai peminatan Ilmu Komunikasi untuk angkatan 2018 dan membahas tentang Public Relations (PR).

sumber foto: Ghani Kamaludin

Talkshow tersebut mendatangkan Dyah Rachmawati Sugiyanto selaku pranata Humas Madya dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Budi Rizanto Binol yang menjabat sebagai Corporate Communication & Public Relations Consultant, dan Suharjo “Jojo” Nugroho sebagai Managing Director IMOGEN, kepala dari Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) Indonesian Partner of PR Organization International (PROI).

Dalam talkshow tersebut pembicara mengatakan bahwa profesi PR itu keren. Hal itu karena PR bisa memberikan pengaruh bagi orang-orang penting dalam mengambil keputusan, contohnya: CEO, President, Menteri, dan sebagainya. Selain itu profesi PR juga bisa membuat individu semakin berkembang sebab semua bisa kita explore. Kita bisa bertemu banyak orang baru, bertemu banyak korporasi, serta membangun jaringan baru dari berbagai lapisan.

sumber foto: Ghani Kamaludin

Writing skills and Public Speaking basic skills bagi seseorang yang ingin terjun ke dunia public relations. Penguasaan Media Digital juga harus bagi seorang PR. Dimana kalian menggunakan sosial media bukan hanya sebagai user, namun juga memanfaatkannya untuk membuat konten, kalian juga dituntut untuk creative.

“Dunia Public Relations itu luas. Bisa jadi Investor Relation, Goverment Relations, Brand Manager, Internal Communication, Brand Communication, dan jadi Strategic. Semua itu tergantung dari skills setiap individu masing-masing seiring berjalannya waktu itu akan mengkerucut.” Ujar Budi. Suharjo Jojo juga mengatakan bahwa profesi PR saat ini sangat menjanjikan karena berbeda dengan 5-10 tahun yang lalu ketika PR belum dilihat, sekarang hampir semua perusahaan membutuhkan PR

sumber foto: Ghani Kamaludin

Public Relations di masa depan punya prospek yang cerah. Prospeknya masih tinggi banget, masih banyak dibutuhkan ahli-ahli komunikasi. Faktor Bahasa dan Skill Teknis yang menjadi penyebab tertinggal nya perkembangan PR di Indonesia. Salah satu langkah agar tidak tertinggal yaitu dengan mempelajari semua bidang, tidak hanya terfokus dengan bidang yang kita miliki.

Dunia PR itu keren! Kemampuan berkomunikasi itu bisa dipelajari tapi additional value-nya itu harus dicari. Keren dan menakjubkan itulah kata yang menggambarkan dunia Public Relations.